- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tak Langsung Bertarung di ...
Tak Langsung Bertarung di Pengadilan, Apple Buka Ruang Negosiasi dengan Departemen Kehakiman AS
Minggu, 19 Jul 2026, 09:25 WIBWASHINGTON â Gugatan antimonopoli yang diajukan Pemerintah AS terhadap Apple menunjukkan bahwa pengawasan terhadap perusahaan teknologi raksasa semakin ketat.
Pemerintah menilai dominasi Apple di ekosistem produknya berpotensi membatasi persaingan dan menyulitkan kompetitor maupun konsumen untuk memiliki lebih banyak pilihan.
Terlepas dari hasil akhirnya di pengadilan, kasus ini menjadi pengingat bahwa inovasi dan pangsa pasar yang besar juga harus diimbangi dengan praktik bisnis yang dinilai adil, agar persaingan di industri teknologi tetap sehat dan tidak hanya menguntungkan segelintir pemain besar.
Perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat, Apple Inc., dan Departemen Kehakiman AS (DOJ) sedang menjalani pembicaraan awal untuk menyelesaikan gugatan antimonopoli yang diajukan Pemerintah AS terhadap Apple pada 2024.
Menurut laporan Bloomberg, Jumat (17/7), negosiasi tersebut sedang berlangsung, tetapi masih belum pasti apakah kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan.
Tanggal persidangan atas gugatan itu pun belum ditetapkan, tambah laporan tersebut.
Gugatan terhadap Apple itu diajukan oleh pemerintahan AS di masa jabatan Presiden Joe Biden, sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk membatasi pengaruh perusahaan teknologi besar.
Dalam gugatan tersebut, DOJ menuduh Apple melanggar kepentingan para pesaing, pengembang perangkat lunak, dan konsumen. Pada Juni 2025, Apple gagal membuat gugatan antimonopoli itu dibatalkan.
Didirikan pada 1976, Apple Inc. telah berkembang dari perusahaan pembuat komputer pribadi menjadi salah satu raksasa teknologi dunia.
Portofolio produknya kini mencakup komputer, tablet, ponsel pintar, jam tangan pintar, pemutar audio, hingga berbagai perangkat lunak dan layanan digital.
Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana Apple terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna, sekaligus membangun ekosistem produk yang saling terhubung untuk memberikan pengalaman yang lebih praktis dan terintegrasi.
Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan kinerja bisnis yang paling konsisten di dunia. Pendapatannya ditopang oleh penjualan perangkat seperti iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, serta lini layanan digital seperti App Store, iCloud, Apple Music, dan Apple TV+.
Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi bisnis layanan terus meningkat dan menjadi sumber pendapatan yang stabil, sehingga Apple tidak lagi hanya bergantung pada penjualan perangkat keras.
Didukung basis pengguna yang mencapai miliaran perangkat aktif di seluruh dunia, perusahaan ini mampu menjaga pertumbuhan, profitabilitas, dan loyalitas pelanggan, meski industri teknologi menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gaji Ke-13 ASN di Kota Mataram Segera Cair, Anggaran Rp28,2 Miliar Disiapkan
-
Ronaldo Cetak Sejarah Baru, Tampil di Enam Edisi Piala Dunia
-
Kemen P2MI Minta Masyarakat Tidak Mudah Tergiur Tawaran Kerja dengan Proses Instan
-
Bupati Karawang Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji Kloter 4
-
Legislator Tegaskan PLN Harus Beri Kompensasi atas Padamnya Listrik Massal di Sumatra
-
TERBARU, Jalan Lenteng Agung arah Depok Ditutup, Transjakarta 4B dan D21 Diperpendek
-
Green Financing Dibuka! Proyek Hijau RI Kini Gampang Dapat Modal, ESG-IN Gandeng IDCTA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.