Ramai-ramai Bikin Mata Uang Digital, Bank Sentral Australia Memulai Proyek Penelitian CBDC
Selasa, 09 Agu 2022, 10:50 WIBSYDNEY - Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) pada Selasa (9/8) mengatakan pihaknya meluncurkan program penelitian satu tahun ke dalam kasus mata uang digital bank sentral (CBDC) di Australia, dengan fokus pada potensi manfaat ekonomi yang mungkin dibawanya.
RBA bermitra dengan Digital Finance Cooperative Research Center (DFCRC), kelompok industri yang didukung pemerintah, dalam program tersebut.
Proyek ini akan berusaha mengidentifikasi kasus penggunaan inovatif dan model bisnis yang dapat didukung oleh penerbitan CBDC, dan lebih memahami beberapa pertimbangan teknologi, hukum dan peraturannya.
Ini akan melibatkan pengembangan percontohan CBDC skala terbatas yang akan beroperasi di lingkungan yang memisahkan sebagian aset keuangan individu atau perusahaan dari yang lain dan melibatkan percontohan CBDC yang merupakan klaim nyata pada RBA.
Peserta industri yang tertarik akan diundang untuk mengembangkan kasus penggunaan khusus yang menunjukkan bagaimana CBDC dapat digunakan untuk menyediakan layanan pembayaran dan penyelesaian yang inovatif dan bernilai tambah bagi rumah tangga dan bisnis.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PLN Diskon 50% Biaya Tambah Daya Listrik untuk Pelanggan, Catat Tanggal Promonya!
-
Cara BPJS Kesehatan Bukittinggi Tingkatkan Pemahaman JKN: Gandeng Mahasiswa.
-
Pemkab Natuna Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Garuda di Wilayah Perbatasan
-
Program Sosial Pemprov Jakarta Harus Terus Diperbanyak
-
Transportasi Kereta Api di Sumut Mulai Jadi Favorit, Jumlah Penumpang Terus Tumbuh
-
Waspada Gelombang Tinggi Selat Bali! ASDP Buka-Bukaan Soal Penundaan Kapal dan Nasib Tiket
-
Kanada Tantang Maroko, Misi Balas Dendam dan Tiket Perempat Final Dipertaruhkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.