Intervensi Preventif Hepatitis
Jumat, 29 Jul 2022, 00:05 WIBJAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, penanganan hepatitis akan fokus pada intervensi preventif. Selain lebih murah secara biaya, kualitas hidup masyarakat juga lebih baik.
Bertepatan dengan peringatan hari Hepatitis Sedunia, pemerintah mengadakan seminar nasional untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan hepatitis.
"Kita fokus preventif bukan kuratif. Jauh lebih murah dan kualitas hidup baik," ujar Menkes dalam webinar Hari Hepatitis Sedunia 2022, secara daring, Kamis (28/7).
Dia menjelaskan, intervensi preventif hepatitis memprioritaskan penanganan terhadap ibu hamil yang jumlahnya sekitar 4,8 juta per tahun. Dia meminta, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan pos pelayanan terpadu (Posyandu) meningkatkan tes hepatisis dengan metode tes cepat.
"Udah jauh lebih efisien tidak harus bangun lab. Bisa pakai rapid test yang kecil, bisa kelihatan dengan ketepatan dan akurasi yang cukup tinggi," jelasnya.
Menkes menambahkan, kalau hasilnya positif, maka ibu hamil tersebut akan mendapat obat. Harga obatnya jaug lebih murah daripada obat untuk hepatitis yang sudah parah.
"Preventif supaya sebelum bayi lahir dia tidak ada hepatitis," katanya.
Lebih lanjut, Budi menuturkan, jika intervensi ibu hamil terlambat, tahapan selanjutnya adalah intervensi kepada bayi. Caranya dengan melakulan imunisasi.
Selain penyediaan infrastruktur dan obar, dia mendorong penerapan teknologi dalam imunisasi atau vaksinasi. Menurutnya, penyakit menular butuh pencatatan yang cepat untuk mendukung penanganan dan pengawasan.
Redaktur: andes
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Lupa Bayar Pajak? Samsat Keliling Hari Ini Tersebar di 14 Titik di Jadetabek, Buruan Lengkapi Dokumen!
-
Pengamat : Pelibatan TNI dalam R-Perpres Terorisme Berpotensi Disalahgunakan
-
Jaga Kesehatan, 214 Kasus ISPA Akibat HMPV Ditemukan di Jakarta
-
Gara-gara Gempa di Xizang, Objek Wisata Gunung Qomolangma Ditutup
-
IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Investor "Wait and See" terhadap BI-Rate dan Rilis MSCI
-
Presiden Prabowo Gusar Ada Kelompok Tertentu Ganggu Indonesia, tak Ingin RI Jadi Negara Maju
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.