Kalbar Akan Bangun Pusat Riset Pertanian di Singkawang, Menggandeng Tiongkok
Rabu, 05 Agu 2026, 09:32 WIBSINGKAWANG â Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan membangun pusat riset pertanian di Singkawang. Untuk mewujudkannya, Kalbar menggandeng investor Tiongkok. Saat ini ada rencana investasi dari Aliansi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok. Mereka akan membangun sejumlah laboratorium penelitian untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, pangan, peternakan, hingga pengelolaan sumber daya air.
Perwakilan Aliansi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok, Mr Jay, mengatakan seluruh pembangunan laboratorium ditargetkan selesai paling lambat 20 Mei 2027 yang tidak hanya berfokus pada inovasi pertanian, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya air yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan produksi pertanian.
"Selain laboratorium riset pertanian, kami juga akan membangun laboratorium pengujian kualitas air, melakukan pemetaan sumber air bersih di Kota Singkawang, serta menghadirkan teknologi pengolahan air limbah," katanya di Singkawang, Rabu.
Ia menjelaskan laboratorium yang direncanakan meliputi Laboratorium Protein Hewan dan Teknologi Pangan, Laboratorium Pengembangan Energi Baru Berbasis Kelapa Sawit, serta Laboratorium Peningkatan Nilai Tambah Produk Tanaman dan Buah yang diharapkan dapat mendorong hilirisasi komoditas unggulan Kalimantan Barat.
Selain pengembangan riset, kerja sama tersebut juga membuka peluang modernisasi sektor peternakan. Perwakilan Shanghai Extra Machinery, Profesor Yang, menawarkan sistem peternakan terintegrasi berbasis teknologi digital yang mencakup Internet of Things (IoT) Netfarm, sistem penyimpanan dan distribusi hasil peternakan, peternakan babi, ayam petelur, ayam pedaging, ternak lainnya, hingga sistem produksi akuakultur.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pengembangan industri peternakan modern di Singkawang.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyambut baik rencana investasi tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Pemerintah Kota, kata dia, siap memfasilitasi kebutuhan investor, mulai dari penyediaan data hingga percepatan proses perizinan.
"Kami siap membantu menyediakan seluruh data yang diperlukan dan memfasilitasi proses perizinan agar pembangunan laboratorium ini dapat segera direalisasikan," katanya.
Ia menilai keberadaan laboratorium riset akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan pertanian, peternakan, dan industri pengolahan hasil pertanian di Singkawang. Kehadiran investasi tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Tjhai Chui Mie mengatakan Pemerintah Kota Singkawang akan terus menjalin komunikasi dengan calon investor guna mempercepat realisasi proyek tersebut sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pertanian, peternakan, dan pangan.
- Kota Singkawang
- Riset Pertanian
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pendaftar Nikah di Sulsel Setelah Lebaran Mencapai Ratusan Pasangan
-
Bahlil Lapor Presiden: Berikut Perkembangan 20 Proyek Hilirisasi Tahap Pertama
-
Putar Otak Masalah Sampah! Dorong Kompos Keliling Inovasi Warga Jaksel Jemput Bola Limbah Rumah Tangga
-
Hujan Deras, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sarolangun Jambi
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp700 Miliar untuk Bencana di Sumatra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.