Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keluarga Korban Kecelakaan Gugat Penyelesaian Boeing

3 Rabu, 04 Mei 2022, 19:39 WIB | Oleh:
Keluarga Korban Kecelakaan Gugat Penyelesaian Boeing Keluarga Korban Kecelakaan Gugat Penyelesaian Boeing Doc: Istimewa
Ket. Boeing mengakui telah melakukan penipuan dengan imbalan pembatalan beberapa proses dalam perjanjian Januari 2021.

FORT WORTH - Keluarga korban dari dua peristiwa kecelakaan Boeing 737 MAX pada Oktober 2018 dan Maret 2019, pada Selasa (3/5) meminta hakim Texasuntuk membatalkan pembayaran penyelesaian senilai 2,5 miliar dollar AS antara produsen pesawat itu dan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan perjanjian itu, Boeing mengaku telah melakukan penipuan dengan imbalan Departemen Kehakiman membatalkan beberapa proses terhadapnya atas kecelakaan maut Lion Air di Indonesia dan Ethiopian Airlines, yang menewaskan total 346 orangdan menyebabkan pesawat tipe Max secara global dilarang terbang selama 20 bulan.

Seperti dikutip dari straitstimes, pengaturan 7 Januari 2021 ini menjadi fokus sidang pengadilan pada hari Selasa di Fort Worth, Texas.

"Mereka mengacau dengan membuat kejahatan penipuan daripada pembunuhan," kata Catherine Berthet, wanita Prancis yang kehilangan putrinya yang berusia 28 tahun ketika pesawat Ethiopian Airlines jatuh di dekat Addis Ababa pada 10 Maret 2019.

"Kami percaya bahwa hak-hak keluarga korban tidak dihormati. Kami belum diajak berkonsultasi. Kami minta didengarkan," katanya kepada AFP.

Perjanjian Januari 2021 mencakup dana kompensasi 500 juta dollar AS untuk kerabat korban, 1,77 miliar dollar AS sebagai kompensasi kepada maskapai penerbangan, dan denda pidana 243 juta dollar AS.

Boeing telah mengakui bahwa dua karyawannya telah menyesatkan sebuah kelompok di dalam Otoritas Penerbangan Federal yang mempersiapkan pelatihan untuk pilot dalam menggunakan perangkat lunak penerbangan MCAS baru Boeing, yang terlibat dalam kedua kecelakaan itu.

"Hakim mendengarkan dengan seksama dan saya pikir memiliki banyak kekhawatiran tentang bagaimana Departemen Kehakiman dapat menyegel kesepakatan ini dari keluarga," kata pengacara pihak keluarga, Paul Cassell.

Kerabat para korban sekarang mengharapkan keputusan cepat dari hakim Fort Worth. "Sudah tiga tahun dan saya tidak pernah tidur sebelum pukul empat atau lima pagi," kata Berthet.

"Saya masih mengalami serangan panik. Ada hal-hal yang tidak saya lakukan lagi. Ada film yang tidak bisa saya tonton lagi, musik yang tidak bisa lagi saya dengarkan," ungkapnya.

Sedangkan Paul Njoroge, yang kehilangan istrinya yang berusia 33 tahun, anak-anaknya yang berusia sembilan bulan, empat tahun dan enam tahun, serta ibu mertuanya dalam kecelakaan Ethiopia mengatakan pemerintah harus memastikan Boeing menunaikan tanggung jawabnya.

"Saya ingin melihat Departemen Kehakiman cukup bertanggung jawab untuk memastikan perusahaan tidak lolos dari pembunuhan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Gardu Portal PLN Roboh dan ...
Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...
Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Nasional
RUU Perampasan Aset Diminta...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.