Muslim Indonesia Makin Syari, Fenomena Pemuda Hijrah dan Prewedding Tanpa Sentuhan Fisik

Jumat, 08 Apr 2022, 06:15 WIB

YOGYAKARTA - Ketua Umum PP IPM Nashir Efendi mengatakan di tengah maraknya teknologi 4.0 muslim Indonesia justru semakin syari dan islami. Hal ini ditandai dengan maraknya gelombang Pemuda Hijrah yang kini menjadi identitas baru yang keren dan trendi di kalangan anak muda.

Mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai medium untuk berdakwah Islam. Adanya fenomena Pemuda Hijrah ini dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya, popularitas buku ragam paham Islam seperti Salafi, Tarbawi, Tahriri, dan lain-lain. Faktor lainnya seperti topik ceramah yang ringan dan relate dengan kehidupan pergaulan anak muda.

Ket. Foto: Pre Wedding Ria Ricis — Sumber: Istimewa

Mereka juga kreatif dalam menghubungkan keislaman dengan aktivitas non dakwah seperti fotografi, desain, marketing, dan lain sebagainya.

"Sebagai contoh kemarin saya menemukan usaha bisnis foto praweding yang Islami, konsepnya tanpa ada sentuhan fisik. Ini merupakan hal unik karena relasi bisnis dan keislaman ada kaitannya," ujar Nashir dalam Pengajian Ramadan PP Muhammadiyah pada Kamis (07/04) dikutip dari rilis PP Muhammadiyah.

Selain itu, para punggawa Pemuda Hijrah juga kerap mengkonstruksian identitas dengan transformasi dari nilai-nilai moralitas kesalehan menuju simbolisasi Islami yang menarik. Mereka juga berhasil mengisi kekosongan jiwa anak-anak muda yang dihantui rasa jenuh dengan konten-konten keagamaan yang mudah diakses di berbagai plaform sosial media.

Nashir kemudian menampilkan profil pelajar Islami IPM yang muatan di dalamnya tidak hanya simbolis semata. Profil tersebut terinspirasi dari teori maqashid syariah yang dikembangkan Imam al Ghazali dan Jasser Auda yang meliputi: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, harta, dan lingkungan.

Nilai-nilai maqasidi di atas diderivasi menjadi indikator individu yang meliputi menjaga kemurnian tauhid, disiplin melaksanakan ibadah, sehat jiwa raga, pola hidup sehat, rajin membaca, dan lain sebagainya. Sementara indikator sosialnya menjaga hak-hak kebebasan beragama, melakukan gerakan anti rokok, gerakan literasi, tidak korupsi, gerakan menanam pohon, dan lain-lain.

"Kita ingin memberikan narasi alternatif bahwasannya narasi-narasi yang sering dicari di internet, kita berikan yang lebih subtantif," tegas Nashir.

Dalam mendekati kawula muda, Nashir mengatakan IPM juga menggunakan pola yang sama dengan gerakan Pemuda Hijrah namun dengan substansi yang berbeda. Seperti menggunakan tokoh pihak ketiga dalam unggahan di media sosial seperti instagram, mengaitkan keislaman dengan aktivitas non dakwah, dan mengangkat tema-tema yang ringan dan menghindari topik-topik furu'iyyah.

"Pola-pola dari populisme Islam, Hijrah, dan lain sebagainya saya abstraksikan ulang untuk meng-create ulang dengan isi yang berbeda yang sesuai dengan ajaran Muhammadiyah," tutur Nashir.

Redaktur: Eko S

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.