Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fokus pada Pembelajaran

📅 Kamis, 24 Feb 2022, 07:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fokus pada Pembelajaran Doc: Antara
Ket. Pemerhati Pendidikan dari Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Muhammad Nur Rizal

JAKARTA - Pemerhati Pendidikan dari Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Muhammad Nur Rizal, menyebut karakteristik utama dari Kurikulum Merdeka hanya fokus pada metode pembelajaran.

"Karakteristik utama Kurikulum Merdeka terlihat hanya fokus pada metode pembelajaran yang diterjemahkan dalam penguasaan mata pelajaran saja," ujar Rizal dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Rabu (23/2).

Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada pertengahan Februari 2022. Kurikulum yang semula bernama Kurikulum Prototipe tersebut memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran.

Karakteristik utama tersebut yakni pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan kompetensi teknis dan karakter. Kemudian, fokus pada materi esensial. Ini membuat siswa ada waktu cukup untuk pembelajaran mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Lalu, fleksibel bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid. Guru bisa melakukan penyesuaian dengan konteks serta muatan lokal.

Meskipun demikian, lanjut dia, dalam Kurikulum Merdeka strategi pembelajaran berbasis proyek menjadi satu-satunya yang ditekankan dalam pengembangan karakter siswa.

"Kalau di GSM sendiri, dilakukan di semua area perubahan. Di lingkungan sekolah, penguatan empati, interaksi, hingga keterhubungan sosial," terang dia.

Dalam struktur Kurikulum Merdeka, sekitar 20 persen hingga 30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek itu memberi kesempatan siswa untuk belajar melalui pengalaman, mengintegrasikan kompetensi penting yang dipelajari siswa, dan struktur belajar fleksibel.

Dia minta Kemendikbudristek melakukan sosialisasi agar penerapan kurikulum tersebut benar-benar seperti tujuan awal.

"Pada Kurikulum 2013 sebenarnya setiap mata pelajar juga berorientasi pada proyek, karena terkait satu sama lain. Kalau benar cara pelaksanaannya, cuma asumsi sejak awal maka menjadi tidak efisien dan efektif," tambahnya.

Bagi GSM sendiri, lanjut dia, adanya Kurikulum Merdeka tidak terlalu berpengaruh karena fokus dari GSM pada pembentukan ekosistem sekolah yang baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPRD Kota Semarang Dukung MPLS Ramah Memperkuat Karakter

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Olahraga
Sinner Juara Wimbledon, Oba...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.