Semoga Tidak Banjir, BMKG Peringatkan Waspadai Potensi Hujan Lebat di Wilayah Jateng Selatan
Selasa, 04 Jan 2022, 15:51 WIBPurwokerto - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada akhir pekan pertama Januari 2022.
"Dalam empat hari terakhir, cuaca di sebagian wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya memang cenderung cerah pada siang hari serta berawan hingga hujan ringan di beberapa wilayah secara tidak merata pada malam dan dini hari," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Akan tetapi, pada akhir pekan pertama Januari, kata dia, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng, sedangkan dalam 2-3 hari ke depan diprakirakan hujan ringan namun tidak merata.
Dia mengatakanpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat itu berdasarkan prediksi model prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap.
"Dari model prakiraan cuaca, pada akhir pekan ini diprediksi terdapat low (tekanan rendah, red.) di Australia bagian utara yang berpotensi mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng," katanya.
Terkait dengan cuaca yang cenderung cerah dalam beberapa hari terakhir, Teguh mengatakan hal itu menjadi tidak wajar karena saat sekarang merupakan musim hujan di wilayah Jateng selatan maupun pegunungan tengah Jateng, khususnya Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya sehingga hujan seharusnya akan rutin terjadi setiap hari.
"Bila dilihat dari data-data cuaca yang diamati di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, dalam beberapa hari terakhir memang curah hujan masih ada tapi intensitasnya sangat ringan hingga hujan ringan. Kisaran suhu udara berkisar 25-32 derajat Celcius, kelembapan udara 63-94 persen, angin secara umum dari barat daya dengan kecepatan antara 5-20 kilometer per jam," katanya.
Ia mengatakan jika dilihat dari hasil pengukuran unsur cuaca lokal, kondisi tersebut masih dalam kategori normal.
Akan tetapi, kalau dilihat dari pola angin di sekitar wilayah Jateng, kata dia, polanya cenderung divergen atau menyebar yang menyebabkan pertumbuhan awan tidak maksimal, sehingga hujan pun berkurang.
"Secara umum, curah hujan pada bulan Januari di Cilacap diprakirakan berkisar 300-400 milimeter, Banyumas berkisar 400-500 milimeter, sedangkan di wilayah pegunungan tengah Jateng lebih dari 500 milimeter," kata Teguh.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waspada Banjir Susulan, Polda Jambi Siaga Satu di Lokasi Bencana, Ini Data Kerusakan Terbaru
-
Ingin Cepat Kaya, Pria Magelang Cari Pesugihan di Kebumen, Tewas Diracun "Sang Dukun"
-
Komplotan Ganjel ATM Lintas Daerah Ditangkap di Tangerang
-
Dinamika Atmosfer yang Aktif Memicu Hujan Lebat di NTB
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
Pemkot Banjarbaru Perkuat Pengelolaan Lingkungan Bantaran Sungai
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.