Makna Besar Ahmad Dahlan yang Hobi Bermain Biola Bagi Pemahaman Agama di Indonesia

Minggu, 24 Okt 2021, 16:23 WIB

YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (23/10) menerima lukisan KH Ahmad Dahlan yang bermain biola. Lukisan tersebut digambar oleh Badrie seorang pelukis dari Pasuruan, Jawa Timur.

Haedar mengatakan, Kyai Dahlan bermain biola merupakan simbol dari penghidmatan para seniman Muhammadiyah yang menghargai dan takzim terhadap pendiri Muhammadiyah yakni dalam bentuk lukisan.

Ket. Foto: Lukisan Kyai Dahlan bermain biola. — Sumber: Istimewa

"Sikap takzim kita dengan cara berkreasi itu sejatinya merupakan wujud dari mewujudkan ide-ide Kiai Dahlan yang selalu ingin kreatif dan produktif serta menjadi suluh bagi umat dan bangsa," tutur Haedar.

Dengan cara yang unik Kiai Dahlan memperkenalkan Islam lewat alat musik sejatinya merupakan manifestasi dari cara dakwahbil hikmah walmau'idhotilhasanahwa jadilhum bil latihiya ahsan.

"Sehingga dakwah dan tabligh itu tidak seram tetapi menyenangkan, menggembirakan, mengoptimiskan dan juga memberi nilai yang berharga," imbuh Haedar.

Muhammadiyah selalu memberi apresiasi pada setiap karya seni karena sesungguhnya di Muhammadiyah seni merupakan sesuatu yang hidup, hanya manifestasinya yang tidak selalu sama dengan yang lain.

"Jadi sesungguhnya tidak benar orang Muhammadiyah itu antiseni, jadi di Muhammadiyah seni itu cukup. Lebih-lebih sekarang tarjih sudah memberi ruang yang cukup, bahwa seni itu mubah atau boleh, yang tidak boleh yakni membuat orang jauh dari Allah," jelas Haedar.

Tetapi ketika seni membuat kita dekat dengan Allah, mencintai sesama, dan menghargai alam lingkungan itu justru seni menjadi alat dakwah dan dengan seni menghidupkan irfani, rasa, dan ruhani kita.

"Biarpun beragam cara pandang, beragam dinamikanya, beragam mobilitasnya, beragam pergaulannya warga Muhammadiyah harus tetap menjadi orang-orang yang lemah lembut, damai, pemersatu tetapi juga selalu memberi nilai-nilai positif dalam kehidupan, karena seni memberikan itu," ucap Haedar.

Terakhir, Haedar mengatakan bahwa lewat seni justru bisa menjadi kekuatan yang menyebarkan nilai-nilai dakwah yang menyatukan, mendamaikan, kemudian menghargai amal semesta dan keindahan yang diberikan Tuhan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.