Panglima Minta Komitmen Penanganan Pandemi
📅 Senin, 30 Agu 2021, 07:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
DENPASAR - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto minta semua pihak agar lebih menguatkan komitmen untuk penguatan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. "Diperlukan komitmen kuat setiap unsur untuk mengembalikan Bali seperti dulu," kata Marsekal Hadi Tjahjanto, usai meninjau isolasi terpusat di Bali, Minggu 929/8).
Penegasan tersebut disampaikan Panglima TNI melihat data Kementerian Kesehatan bahwa Bali berada di urutan keempat setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan angka kasus kematian Covid-19 tertinggi secara nasional. Saat ini data indikator di Provinsi Bali, kasus konfirmasi masih berada di level tiga dengan positivity rate masih cukup tinggi.
Maka, tracing atau penelusuran kontak erat perlu ditingkatkan agar mencapai target satu per 15 orang untuk satu kasus konfirmasi. Walaupun tren kasus konfirmasi menurun, patut diwaspadai karena tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit cukup tinggi. Kemudian, walaupun pasien isolasi mandiri cukup tinggi, masih ada yang menjalani isolasi mandiri.
"Kesadaran masyarakat untuk ke isolasi terpusat harus terus ditingkatkan guna menurunkan angka kematian," ujar dia. Pada kesempatan itu, Panglima mengatakan dari beberapa daerah di Pulau Bali, Kabupaten Buleleng tergolong bagus dalam rasio tracing. Angkanya 6,57 atau enam hingga tujuh orang dilacak untuk setiap satu kasus konfirmasi.
Kendati demikian, hal itu masih perlu ditingkatkan agar positivity rate dapat diturunkan di bawah lima persen. Untuk Kabupaten Jembrana, tracing nihil dan angka kematian pada tingkat empat. Lalu keterisian tempat tidur rumah sakit masih memadai untuk merawat pasien.
"Tanpa tracing maka akan sulit menurunkan positivity rate dan mengendalikan laju penularan," kata dia. Terakhir, Panglima TNI mendorong seluruh masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama melindungi orang lain pengidap penyakit penyerta atau komorbid.
"Para petugas harus tetap humanis dengan pendekatan kearifan lokal untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan guna memutus penyebaran korona," ujar Panglima.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!