Filipina Puji AS Cekal Militan Simpatisan ISIS

Kamis, 01 Mar 2018, 01:00 WIB

MANILA - Pemerintah Filipina memuji putusan Amerika Serikat (AS) yang memasukan dua kelompok simpatisan Islamic State (ISIS) di Filipina dalam daftar hitam. Hal itu disampaikan Manila pada Rabu (28/2) kemarin.

"Langkah AS itu menegaskan apa yang telah dilakukan otoritas di Filipina yang menyebut Kelompok Maute dan Daulah Islamiyah sebagai kelompok teroris yang patut dihadapi secara tegas dengan menggunakan kekuatan hukum penuh," demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan di Manila.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dengan langkah ini, maka Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan AS akan melakukan pembekuan aset-aset milik dua kelompok militan atau anggota simpatisan yang tersimpan di AS, serta melarang warga AS untuk berbisnis dengan mereka.

"Mereka akan ditolak untuk mendapatkan akses ke sistem keuangan AS dan akan menghadapi sanksi maupun hukuman yang setimpal, sehingga menyulitkan mereka untuk melakukan aktivitas di Filipina atau ditempat lain di dunia," imbuh Kementerian Pertahanan Filipina.

Kelompok militan Maute terlibat dalam pendudukan Kota Marawi yang berakhir Oktober lalu, setelah menduduki kota di Pulau Mindanao itu selama lima bulan. Mereka melakukan aksi itu demi mendirikan sebuah kekhalifahan ISIS di Filipina.

AS membantu pasukan Filipina dengan memberikan informasi intelijen, termasuk pemantauan lewat pesawat pengintai, dalam upaya perebutan kembali Kota Marawi.

Kembali Bangkit

Pekan lalu, militer Filipina memperingatkan bahwa anggota kelompok pemberontak Maute yang tersisa dan selamat dalam gempuran, telah merekrut sekitar 200 anggota baru. Perekrutan ini diduga untuk melakukan aksi serupa dengan yang pernah terjadi di Marawi yaitu pendudukan kota-kota di Filipina.

"Kami bertekad untuk mencegah ISIS menjejakkan diri di Filipina maupun di Asia Tenggara dan kami akan terus melakukan kerja sama terkait hal ini," kata Ernesto Abella, wakil Menteri Luar Negeri Filipina yang mengurusi komunikasi strategis.

Sementara itu juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Bienvenido Datuin, menyatakan langkah AS akan semakin meningkatkan upaya-upaya pemerintah Filipina untuk melakukan aksi kontraterorisme. "Menutup aliran uang, sumber-sumber uang, jalur dan saluran logistik kelompok-kelompok teroris di luar negeri yang terkait dengan aksi kekerasan yang dilakukan ekstremis lokal merupakan sebuah keuntungan tak terkira," kata Datuin.

Sebelum keleompok Maute dan Daulah Islamiyah, AS juga telah memasukkan dalam daftar hitam beberapa kelompok bersenjata di Filipina yaitu New People's Army, Maois, dan Abu Sayyaf.

AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.