Masyarakat Jangan Mudah Dipecah Belah

Kamis, 07 Des 2017, 06:00 WIB

SEMARANG - Kebutuhan energi di era globalisasi merupakan hal yang paling dominan. Berbagai cara ditempuh agar dapat menguasai energi, yang salah satunya melalui proxy war. Untuk menangkal dampak negatif dari proxy war, masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh dengan paham yang yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

"Proxy war adalah perang melalui berbagai aspek berbangsa dan bernegara. Jangan sampai bangsa Indonesia menjadi kancah konflik antaragama dan antarkelompok," kata Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto saat memberikan ceramah kebangsaan bersholawat III, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Ket. Foto: Ideologi Pancasila - Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto (kedua dari kiri), saat ceramah kebangsaan bersholawat III, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, kemarin. Untuk menghindari Indonesia menjadi bangsa yang terpecah belah maka rakyat harus mempercayai ideologi Pancasila. — Sumber: KORAN JAKARTA / HENRI PELUPESSY

Menurut Wuryanto, agar dapat menghindari bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terpecah belah, rakyat harus mempercayai ideologi Pancasila. Hal ini harus diwujudkan karena Pancasila adalah pemersatu bangsa. Bangsa Indonesia terbentuk dari keberagaman suku, agama, adat istiadat, demografi, dan geografi. Mahasiswa sebagai generasi muda yang merupakan garda terdepan harus dapat menghalau paham-paham yang menentang keberagaman.

n SM/N-3

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.