13 Orang Tewas Akibat Topan yang Melanda Brazil Selatan
📅 Senin, 19 Jun 2023, 09:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Andre Penner,
NOVO HAMBURGO -Topan yang melanda Brazil selatan selama sepekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 13 orang dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka, kata pihak berwenang, Minggu (18/6).
Hujan deras dan angin kencang pada Kamis dan Jumat menyebabkan kerusakan di puluhan kota di Rio Grande do Sul, termasuk ibu kotanya Porto Alegre, yang terbaru dari serangkaian bencana terkait cuaca yang melanda negara terbesar di Amerika Selatan itu.
Dua jenazah lagi ditemukan di kota pesisir Caraa, salah satu wilayah yang paling terpukul. Sehingga jumlah korban tewas akibat badai menjadi 13 orang, kata badan pertahanan sipil negara.
Empat orang masih hilang di Caraa pada Minggu, setelah jumlahnya direvisi turun dari total 20 hari Sabtu.
Kota Tramandai juga terpukul parah, dengan kecepatan angin tercatat hingga 101,9 kilometer (60 mil) per jam, menurut angka resmi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seorang bayi berusia empat bulan termasuk di antara korban tewas, menurut media lokal yang menyiarkan rekaman sebuah mobil yang tersapu angin kencang.
"Air mencapai pinggang kami di dalam rumah. Terima kasih Tuhan, petugas pemadam kebakaran tiba dengan cepat dan mengeluarkan kami dengan perahu. Rasanya seperti mimpi buruk," kata seorang wanita di kota Sao Leopoldo kepada surat kabar Estadao, yang tidak menyebutkan namanya.
Korban lainnya dievakuasi dengan helikopter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari 3.700 orang mengalami kerusakan rumah, sementara hampir 700 orang dievakuasi terlebih dahulu dari daerah berisiko tinggi.
Gubernur Rio Grande do Sul Eduardo Leite mengunjungi daerah yang terkena dampak paling parah dengan helikopter pada Sabtu bersama dengan pejabat pemerintah dan penyelamat.
Di Caraa, gubernur mengunjungi pusat komunitas yang digunakan untuk menampung ratusan orang yang rumahnya rusak akibat badai.
"Situasi di Caraa sangat mengkhawatirkan kami. Sangat penting bahwa kami dapat, secara terpadu, dengan cepat memetakan daerah-daerah utama yang terkena dampak dan mengidentifikasi orang-orang yang membutuhkan bantuan," kata gubernur dalam pernyataannya.
Leite mengatakan petugas pemadam kebakaran negara bagian telah menyelamatkan sekitar 2.400 orang dalam dua hari terakhir.
"Tujuan utama kami saat ini adalah melindungi dan menyelamatkan nyawa manusia. Menyelamatkan orang-orang yang terisolasi, menemukan yang hilang dan mendukung keluarga," kata Leite.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!