Petinggi AS Kembali Akan Kunjungi Taiwan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 5 2020
No Comments
Hubungan Bilateral | New York Times: Andrew Wheeler Kunjungi Taiwan pada Desember

Petinggi AS Kembali Akan Kunjungi Taiwan

Petinggi AS Kembali Akan Kunjungi Taiwan

Foto : AFP/KEVIN DIETSCH
Ketua Environmental Protection Agency (EPA), Andrew Wheeler
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah AS berencana untuk kembali mengirimkan pejabat tingginya ke Taiwan. Rencana kunjungan ini pun segera diprotes oleh Tiongkok.

TAIPEI – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berencana untuk mengirimkan lagi pejabat tinggi setingkat menteri untuk melakukan kunjungan resmi ke Taiwan, sebelum masa pemerintahannya berakhir. Informasi ini disampaikan oleh Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang, pada Jumat (20/11).

“Ketua Environmental Protection Agency (EPA), Andrew Wheeler, akan berkunjung untuk membahas isu kerja sama lingkungan hidup internasional,” kata PM Su saat konferensi pers di Taipei. "Hubungan Taiwan-AS kian menghangat. Kami amat senang dan yakin ini akan semakin membuat hubungan bilateral menjadi lebih baik lagi," imbuh dia.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan bahwa rincian dan kapan kunjungan Wheeler ke Taiwan saat ini masih dalam pembahasan akhir. Menurut laporan harian New York Times yang mengutip keterangan dari juru bicara Wheeler menyebutkan bahwa kunjungan itu akan dilakukan pada Desember.

“Selain ke Taiwan, Wheeler juga diagendakan akan mengunjungi empat negara Amerika Latin pada Januari sebelum Presiden terpilih Joe Biden mengambil alih pemerintahan,” imbuh harian itu.

Jika Wheeler jadi berkunjung, maka ia akan menjadi pejabat senior ketiga dalam jajaran  pemerintahan Presiden Trump yang pergi ke Taiwan sepanjang tahun ini.

Kunjungan pejabat tinggi AS itu telah membuat Tiongkok berang. Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah teritorialnya dan secara rutin kerap mengancam untuk mencaplok Taiwan jika perlu dengan kekerasan..

“Kami dengan tegas menentang segala bentuk kunjungan resmi timbal balik antara AS dan Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, pada awak media. “Tiongkok akan membuat tanggapan yang dibutuhkan dan sah," imbuh Zhao.

 

Peningkatan Hubungan

Washington DC secara diplomatis mengakui klaim Beijing atas Taipei, tetapi tetap menjadi sekutu setia Taipei dan terikat oleh putusan Kongres untuk menjual senjata ke Taiwan agar Taipei bisa mempertahankan diri sendiri. Selain menjual senjata, Kongres AS juga menentang setiap langkah untuk mengubah status Taiwan saat ini dengan paksa.

Selama masa jabatannya, Trump telah meningkatkan kontak diplomatik dan penjualan senjata ke Taiwan, sementara berseteru dengan Tiongkok dalam beragam masalah.

Kabar mengenai rencana kunjungan petinggi AS ke Taipei itu mencuat ketika para pejabat AS dan Taiwan akan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi di Washington DC pada Jumat untuk membahas masalah ekonomi dan teknologi.

Beijing sebelumnya telah meningkatkan tekanan militer, ekonomi dan diplomatik di Taipei sejak terpilihnya Tsai Ing-wen sebagai Presiden Taiwan pada 2016. Tekanan diintensifkan  sebagian karena penolakan pengakuan Tsai bahwa Taiwan merupakan bagian dari "satu Tiongkok".

Peningkatan hubungan AS-Taiwan di era kepemimpinan Presiden Trump merupakan salah satu perselisihan besar antara Washington DC dengan Beijing dan membuat hubungan kedua negara kuat di dunia itu berada di titik terendah dalam beberapa dekade.

Sebenarnya seorang mantan ketua EPA pernah mengunjungi Taiwan selama era pemerintahan Presiden Barack Obama. Tetapi perjalanan tingkat tinggi oleh pejabat AS menjadi jauh lebih sering di bawah kepemimpinan Trump.

Sebelum Wheeler, pada Agustus lalu, Menteri Kesehatan AS, Alex Azar, menjadi pejabat tinggi AS yang mengunjungi Taiwan. Setelah Azar, sebulan kemudian Washington DC mengirimkan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Pertumbuhan Ekonomi, Energi dan Lingkungan, Keith Krach, ke Taiwan pada pertengahan September lalu. AFP/I-1

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment