Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yen Mencapai Titik Terendah dalam Tiga Dekade, Jepang Bersiap Ambil Langkah Strategis

📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 22:00 WIB | Oleh:
Yen Mencapai Titik Terendah dalam Tiga Dekade, Jepang Bersiap Ambil Langkah Strategis Doc: Istimewa
Ket. Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki.

TOKYO - Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki, pada Selasa (16/4), mengatakan siap untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melawan volatilitas yang berlebihan di pasar mata uang, pernyataan terbaru dari serangkaian peringatan lisan ketika yen terus jatuh, turun melewati 154 terhadap dolar AS terendah dalam 34 tahun.

Dikutip dari Kyodo News, Suzuki mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan di pasar mata uang namun menolak mengatakan apakah penurunan yen baru-baru ini berlangsung cepat dan fluktuatif, sebuah penilaian yang dapat memicu intervensi pasar lain untuk memperlambat penurunannya.

Pihak berwenang Jepang telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan bertindak jika diperlukan, menjaga pasar keuangan tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi pembelian yen dan penjualan dolar.

Yen telah melemah melewati level intervensi Jepang sebelumnya pada Oktober 2022, ketika yen mendekati level 152.

Namun, Suzuki tidak meningkatkan peringatannya pada hari Selasa dan tetap menggunakan bahasa yang sama dalam menggambarkan kekhawatiran pihak berwenang Jepang. Dia tidak menggunakan ekspresi seperti tindakan "menentukan" yang menandakan bahwa intervensi pasar akan segera terjadi.

"Kami mengamati dengan cermat perkembangan pasar dan kami siap mengambil semua langkah yang diperlukan jika diperlukan," kata Suzuki pada konferensi pers.

"Sehubungan dengan apakah tindakan yang diambil baru-baru ini berlebihan atau cepat, saya rasa tidak tepat untuk menyatakan pandangan kami karena hal ini terkait dengan posisi kami untuk mengambil semua langkah yang diperlukan."

Dolar menguat karena Federal Reserve Amerika Serikat diperkirakan tidak lagi akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Juni, menyusul data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.

Meskipun Bank of Japan baru-baru ini menaikkan suku bunga, perbedaan suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat masih besar, sehingga membuat yen kurang menarik.

Rilis data penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan pada hari Senin membuat dolar berada di atas 154 yen, yang berarti dolar telah menguat sekitar 3 yen pada bulan April. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah membuat harga minyak naik karena kekhawatiran pasokan sekaligus meningkatkan nilai dolar.

Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshimasa Hayashi, juga menolak berkomentar langsung mengenai kemungkinan intervensi pasar.

"Pergerakan nilai tukar mata uang asing harus stabil dan mencerminkan fundamental. Fluktuasi yang berlebihan tidak diinginkan," kata Hayashi, yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.

Dolar diperdagangkan di zona bawah 154 yen setelah komentar pejabat Jepang, dalam pandangan garis 155 yang penting secara psikologis.

Melemahnya yen meningkatkan keuntungan eksportir Jepang di luar negeri dalam bentuk yen, namun meningkatkan biaya impor bagi Jepang, yang sangat bergantung pada energi asing dan sumber daya lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.