Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UE Tunda Pembalasan Tarif Demi Capai Kesepakatan dengan Amerika Serikat

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh:
UE Tunda Pembalasan Tarif Demi Capai Kesepakatan dengan Amerika Serikat Doc: afp/ Jean-Christophe VERHAEGEN
Ket. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan pidato dalam sidang pleno di Parlemen Eropa, di Strasbourg, baru-baru ini.

BRUSSELS – Presiden Komisi Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen menyatakan pada Minggu (13/7), bahwa Brussels akan terus menunda penerapan tarif balasan terhadap baja dan aluminium Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencapai kesepakatan dan menghindari pengenaan pungutan yang lebih luas, sebesar 30 persen, yang diancamkan oleh AS.

Ancaman tarif tersebut datang dari Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (12/7), yang mengacaukan negosiasi berbulan-bulan dengan mengumumkan bahwa ia akan mengenakan tarif besar-besaran jika kesepakatan tidak tercapai sebelum 1 Agustus.

"Amerika Serikat telah mengirimkan surat kepada kami berisi langkah-langkah yang akan berlaku kecuali ada solusi yang dinegosiasikan. Oleh karena itu, kami juga akan memperpanjang penangguhan tindakan balasan kami hingga awal Agustus," ujar von der Leyen kepada para wartawan. Ia menambahkan, "Pada saat yang sama, kami akan terus mempersiapkan tindakan penanggulangan sehingga kami sepenuhnya siap."

Von der Leyen menegaskan bahwa UE "selalu sangat jelas bahwa kami lebih menyukai solusi yang dinegosiasikan. Hal ini tetap berlaku, dan kami akan memanfaatkan waktu yang kami miliki hingga 1 Agustus."

Tindakan von der Leyen akan memicu harapan bahwa ancaman terbaru Trump, di mana ia juga menargetkan Meksiko - tidak mematikan kemajuan yang telah dicapai dalam negosiasi sejauh ini antara Brussels dan Washington.

Penangguhan tindakan balasan UE terhadap tarif baja dan aluminium AS telah ditetapkan berakhir pada Senin hingga Selasa malam.

Siap Merespon

Brussels telah menyiapkan bea masuk atas barang-barang AS senilai sekitar 24 miliar dollar AS sebagai tanggapan atas pungutan yang dikenakan Trump pada impor logam awal tahun ini.

Namun pada bulan April, pemerintah mengumumkan penundaan langkah-langkah tersebut untuk memberi ruang guna menemukan kesepakatan perdagangan yang lebih luas dengan pemerintahan Trump.

"Sejak awal, kami telah bekerja dan sekarang siap untuk merespons dengan tindakan balasan. Kami telah mempersiapkan diri untuk ini, dan kami dapat merespons dengan tindakan balasan jika diperlukan," kata von der Leyen.

Para menteri perdagangan UE dijadwalkan bertemu pada hari Senin (14/7) di Brussels untuk membahas tanggapan blok tersebut terhadap langkah terbaru Trump - dan yang terpenting seberapa tegas sikap yang harus diambil terhadap Washington.

Pada hari Minggu, Kanselir Jerman, Friedrich Merz mengatakan bahwa jika tarif yang diancamkan berlaku, hal itu akan "mengalahkan banyak upaya yang telah kami lakukan" untuk memulihkan perekonomian dan akan "memukul para eksportir kami sampai ke akar-akarnya".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.