Trump Restui Rencana Perdamaian 28 Poin untuk Akhiri Perang Russia–Ukraina
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/YURIY DYACHYSHYN
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (19/11), menyetujui rencana perdamaian 28 poin antara Russia dan Ukraina yang dikembangkan oleh sejumlah pejabat AS setelah berkonsultasi dengan para pejabat Russia dan Ukraina.
Seperti dikutip dari Antara, utusan khusus Trump Steve Witkoff, Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan menantu sang presiden Jared Kushner terlibat dalam penyusunan rencana tersebut.
Tiga pejabat AS dilaporkan mengatakan bahwa kerangka kesepakatan damai itu masih harus disampaikan kepada pihak Ukraina, dan waktu finalisasi draf rencana tersebut bertepatan dengan kunjungan delegasi Angkatan Darat AS ke Ukraina, yang tiba di Kiev pada Rabu.
Rencana tersebut dikatakan menitikberatkan pada jaminan keamanan bagi kedua belah pihak agar tercipta perdamaian yang berkelanjutan. Namun, menurut laporan media, rencana itu juga mencakup usulan agar Ukraina menyerahkan sebagian wilayah yang saat ini dikuasai pasukan Rusia serta mengurangi kekuatan militernya.
“Rencana tersebut berfokus pada pemberian jaminan keamanan kepada kedua pihak untuk memastikan perdamaian yang berkelanjutan,” kata pejabat AS. “Rencana ini mencakup hal-hal yang diinginkan dan dibutuhkan Ukraina untuk mencapai perdamaian yang tahan lama.”
Sebaiknya Anda baca juga:
"Rencana tersebut fokus pada pemberian jaminan keamanan kepada kedua pihak untuk memastikan perdamaian yang berkelanjutan," tambahnya.
Dia menambahkan bahwa rencana itu juga mencakup "hal-hal yang dibutuhkan Ukraina untuk mencapai perdamaian yang langgeng."
Pejabat itu tidak menjelaskan lebih jauh rencana itu, tetapi menyebutkan bahwa pembahasannya masih berlangsung dengan pihak-pihak yang terlibat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiga pejabat AS juga mengatakan bahwa kerangka kesepakatan damai itu belum disampaikan kepada Ukraina.
Delegasi yang dipimpin Menteri Angkatan Darat AS Daniel Driscoll terbang ke Ukraina pada Rabu membawa dua misi, menurut beberapa pejabat AS dan Eropa serta seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Ukraina.
Kedua misi itu adalah membahas strategi dan teknologi militer, serta mendukung upaya pemerintahan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.
Seorang pejabat AS menyebut kunjungan itu sebagai bagian dari upaya Gedung Putih untuk "memulai kembali perundingan damai."
Namun, juru bicara pemerintah Russia Dmitry Peskov mengatakan "tidak ada rencana semacam itu" bagi Russia untuk bertemu dengan Driscoll setelah perundingannya di Ukraina.
Hal itu menandakan minimnya kemajuan sejak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Russia Vladimir Putin bertemu di Anchorage, Alaska, pada Agustus untuk menghadiri sebuah KTT penting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!