Tim Thomas Indonesia Waspadai Korea Selatan
📅 Jumat, 03 Mei 2024, 07:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/Galih Pradipta
JAKARTA - Tim bulu tangkis putra Indonesia berhadapan dengan Korea Selatan di perempat final Piala Thomas 2024. Indonesia wajib mewaspadai balas dendam Korea Selatan dalam laga yang berlangsung di Hi-Tech Zone Sports Centre, Chengdu, Tiongkok, Jumat (2/5).
Korsel akan berusaha membalas kekalahan karena di ajang Piala Thomas 2022, Jonatan Christie dan kawan-kawan menang dalam laga terakhir Grup A. Indonesia menang 3-2 setelah Syabda Perkasa Belawa menjadi penentu kemenangan dengan menaklukkan tunggal ketiga Lee Yun-gyu saat bertanding di Bangkok, Thailand. Saat itu, mendiang Syabda menang dengan skor akhir 21-14. 11-21, 21-16.
Kemenangan Syabda menyempurnakan poin yang direbut Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Shesar Hiren Rhustavito. Indonesia sebelumnya bertemu Korea Selatan di ajang Piala Thomas 2006 dan 2018. Di tahun 2006, Indonesia juga menang 3-2. Kemenangan atas Korsel membuat Indonesia keluar menjadi juara grup. Namun, langkah Indonesia terhenti di babak semifinal, kalah di tangan Tiongkok.
Pertemuan Indonesia dan Korea Selatan kembali terjadi di edisi Piala Thomas 2018. Indonesia juga menang dengan skor 3-2 atas Korea Selatan. Gagal mendulang poin dari dua tunggal awal, Minions, The Daddies, dan Firman Abdul Kholik memastikan kemenangan Indonesia. Indonesia dan Korsel lolos ke babak gugur meski akhirnya kedua negara gagal menjadi juara.
Tim Piala Thomas Indonesia ke perempat final dengan status sebagai juara Grup C setelah menaklukkan India, 4-1 dalam laga terakhir grup. Pasangan ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi penentu kemenangan Indonesia setelah menaklukkan Dhruv Kapila/Sai Pratheek K yang merupakan pasangan kombinasi baru dalam laga ini. Chico menyempurnakan kemenangan Indonesia dengan menundukkan Kidambi Srikanth dengan skor 19-21, 24-22, 21-14.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika Indonesia lolos ke semifinal, lawan yang akan dihadapi adalah pemenang antara Taiwan dan Denmark. Mereka dalam bagan yang sama dengan Indonesia dan Korea Selatan. Tuan rumah Tiongkok bertemu India yang merupakan runner-up Grup C. Sedangkan laga perempatfinal lainnya akan mempertemukan Jepang melawan Malaysia.
Sering Kalah
Sementara itu, meski terhindar dari laga melawan dua unggulan teratas, Tiongkok dan Korea Selatan, tim Piala Uber Indonesia tetap menghadapi laga berat kontra Thailand di perempat final. Thailand, yang menjadi unggulan ke-3 adalah juara Grup B.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim Thailand, yang dipimpin mantan pebulu tangkis peringkat satu dunia Ratchanok Intanon, belum terkalahkan sepanjang babak penyisihan grup. Bagi Indonesia, Thailand sebenarnya bukan lawan yang asing karena menjadi rival sejak ajang tingkat regional, SEA Games. Indonesia selalu kalah dalam 10 pertemuan terakhir di semua ajang resmi. Terakhir kali tim putri Indonesia berhasil mengalahkan Thailand adalah tahun 2007.
Sejak saat itu, para pebulu tangkis Indonesia selalu kalah, termasuk di Piala Uber. Catatan buruk yang telah bertahan selama 17 tahun ini harus diakhiri jika target meraih medali di Piala Uber tahun ini ingin diwujudkan. Apriyani Rahayu dkk juga akan mengakhiri penantian panjang lainnya dengan mengalahkan Thailand di perempat final Piala Uber 2024.
Rekor buruk lain yang otomatis berakhir adalah kegagalan tim putri Indonesia untuk mencapai babak semifinal sejak terakhir kali tahun 2010. Catatan buruk yang bisa berakhir adalah laga yang melibatkan tunggal putri utama Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Jika turun menghadapi Ratchanok Intanon, Gregoria berpeluang untuk membalas kekalahan yang tertunda selama tiga tahun.
Gregoria belum pernah melawan Intanon lagi sejak disingkirkan di babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung tahun 2021 dengan skor 12-21, 19-21. Gregoria belum pernah menang dalam pertemuannya dengan Intanon. Total dalam delapan pertemuan dua mantan juara dunia junior itu selalu dimenangi oleh Intanon. Jika berhasil menang atas Thailand, Indonesia akan menghadapi pemenang pertandingan antara Taiwan dan juara bertahan, Korea Selatan, di semifinal. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!