Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tentang Lalu Lintas Udara Jakarta, Begini Komentar Pilot Jet Tempur Rafale

📅 Kamis, 27 Jul 2023, 09:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tentang Lalu Lintas Udara Jakarta, Begini Komentar Pilot Jet Tempur Rafale Doc: ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Ket. Pilot pesawat jet tempur Rafale Kapten Rayak di Terminal Selatan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (26/7/2023).

JAKARTA - Salah satu pilot pesawat jet tempur Rafale Kapten Rayak mengaku terdapat kendala saat menerbangkan Rafale memasuki ruang udara Indonesia dari Guam karena lalu lintas udara di Jakarta sangatlah padat.

"Saya bisa melihat tidak ada kendala atau perbedaan yang berarti. Cuman saya melihat pas mendekat Jakarta itu lalu lintas penerbangannya sangat padat," ujar Rayak di Terminal Selatan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (26/7).

Kendati demikian, saat keluar dari Jakarta, lalu lintas udara tidak begitu padat. Saat ditanya terkait kualitas udara dan polusi di Jakarta yang tergolong buruk di dunia dengan nilai indeks 168 atau masuk kategori tidak sehat pada Selasa (25/7).

Ia mengatakan dapat melihat dengan jelas polusi udara saat terbang di langit Jakarta. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala apalagi sampai mengganggu jarak pandang.

"Jadi,kendalanya itu saja. Tidak ada (kendala untuk polisi udara)," tegasnya.

Sementara itu, Rayak menuturkan untuk menerbangkan pesawat jet tempur Rafale, pilot pemula maupun berpengalaman harus benar-benar memenuhi kualifikasi dalam menerbangkan pesawat yang telah dilengkapi berbagai peralatan canggih itu.

"Untuk pilot muda yang pendidikan, pelajar, selama delapan bulan sebelum dia bisa menerbangkan Rafale di dalam satu skuadron. Tetapi, untuk pilot yang sudah berpengalaman, biasanya itu memakan waktu tiga bulan dan dia bisa terbang secara operasional," tambah Rayak.

Sebelum menerbangkan Rafale, Rayakmengakujuga pernah menerbangkan pesawat tempur Dassault Mirage 2000-D. Dia menilai secara umum cara menerbangkan kedua jet tempur itu hampir sama, tapi tetap ada perbedaan.

Mengenai perbedaan Mirage dan Rafale, dia menyebut terdapat pada mesinnya. Rafale berada satu tingkat di atas Mirage dengan dilengkapi dua mesin yang canggih dan juga dapat membawa senjata bom dua kali lipat lebih banyak dari Mirage.

"(Selama) 2.500 jam terbang dan baru beralih ke Rafale, baru-baru ini. Jadi, kemungkinan besar pilot-pilot Indonesia sudah terbiasa terbang dengan Hawk itu sama saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama R. Agung Sasongkojati mengatakan bahwa pesawat jet tempur generasi 4,5 Rafale buatan Dassault Aviation yang dibeli Indonesia akan memiliki spesifikasi yang sama seperti Angkatan Udara Prancis atau France Air and Space Force (FASF).

"Ini pesawat yang kita beli. Spesifikasi sama persis, tapi kita dapat yang baru. Kalau ini kan pesawat yang sudah dipakai oleh mereka," kata Agung di Terminal Selatan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu.

Untuk itu, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, mempersiapkan pilot-pilot khusus untuk menerbangkan pesawat jet tempur generasi 4,5 Rafale buatan Dassault Aviation yang dibeli Indonesia dari Prancis.

"Kami menyiapkan beberapa penerbang, tapi kami belum tentukan jumlahnya. Secara kriteria sudah kami siapkan dan yang eligible (memenuhi syarat) untuk bisa berangkat," kata Kasau usai Rapat Pimpinan TNI AU 2022 di Markas Besar TNI AU Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/3).

Menurut dia, para penerbang pesawat tempur itu akan mendapatkan pelatihan di Prancis dan Indonesia, sebelum ditempatkan di skuadron yang sudah ada.

Namun, penempatan baru untuk satuan jet tersebut tidak mudah karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

"Karena menempatkan satuan udara cukup kompleks. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, kecuali ke depan kita mendapat perintah menggelar di mana kita akan siap," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.