Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TBC Masih Jadi Masalah Kesehatan di Jakarta, Warga Harus Waspada!

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 10:08 WIB | Oleh:
TBC Masih Jadi Masalah Kesehatan di Jakarta, Warga Harus Waspada! Doc: ANTARA

JAKARTA - Ketua Majelis Kehormatan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan paru di Jakarta dan Kampung Siaga TB diharapkan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tersebut.

"Infeksi misalnya, TB masih cukup banyak, dan kini ada program RW bebas TB yang mudah-mudahan sukses," kata Tjandra yang juga Penasihat PDPI Cabang Jakarta itu saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta per Juli 2025, kasus TB di Jakarta mencapai 36.825. Dari jumlah tersebut, 676 kasus di antaranya merupakan TB resistan obat (RO), yakni kebal terhadap obat TB lini pertama sehingga memerlukan pengobatan berbeda, lebih lama, dan kompleks dibandingkan TB biasa.

Sementara itu, salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan TB, yaitu dengan menginisiasi pembentukan Kampung Siaga TB. Saat ini, sebanyak 274 Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta sudah membentuk Kampung Siaga TB.

Perlu diketahui, kata "siaga" itu tidak menandakan kedaruratan terhadap kasus TB melainkan kewaspadaan warga untuk mencegah penyakit tersebut.

Selain TB, asma yang disertai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan kanker paru juga menjadi masalah kesehatan seputar paru yang dialami masyarakat di Jakarta.

Tjandra mengatakan pakar kesehatan paru yang tergabung dalam PDPI di Jakarta berkolaborasi dengan Dinkes DKI untuk ikut berperan aktif meningkatkan kesehatan paru dan pernapasan masyarakat di Kota Jakarta.

Sementara itu, Ketua PDPI Cabang Jakarta dr. M. Fahmi Alatas, Sp.P(K) menyampaikan salah satu bentuk kolaborasi itu, khususnya terkait TB, yakni dengan menjadi fasilitator pelatihan TB sensitif obat, TB resisten obat, TB HIV, dan mewujudkan kawasan tanpa asap rokok.

"Kami juga membantu menguatkan sejawat spesialis paru di RSUD milik Dinkes DKI untuk tindakan-tindakan intervensional, baik diagnostik atau terapeutik dengan konsultasi, atau jika dibutuhkan pendampingan," ujar Fahmi.

Tak berhenti sampai di situ, dia menambahkan pengurus PDPI Cabang Jakarta juga akan membantu Dinkes DKI dalam penyediaan dokter spesialis paru di rumah sakit umum daerah (RSUD) yang memiliki spesialis paru.

"Yakni dengan merekomendasikan anggota muda PDPI (residen) yang baru lulus untuk bisa ditempatkan di RSUD milik Dinkes DKI Jakarta," ucap Fahmi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.