Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB Mengutuk Pembunuhan Tiga Pekerja PBB di Sudan

📅 Senin, 17 Apr 2023, 12:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Mengutuk Pembunuhan Tiga Pekerja PBB di Sudan Doc: Anadolu
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres.

ANKARA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras pembunuhan tiga pekerja Program Pangan Dunia (WFP), di tengah bentrokan antara tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter.

"Bentrokan yang sedang berlangsung di Sudan telah mengakibatkan kematian & cedera warga sipil, termasuk tiga rekan @WFP kami yang tewas saat melakukan pekerjaan mereka," kata Guterres di Twitter, Minggu (16/4).

Dia pun menyerukan agar keadilan segera ditegakkan dalam kasus tersebut.

"Mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan tanpa ditunda. Pekerja kemanusiaan bukanlah sasaran," ujar Guterres, menegaskan.

WFP menghentikan operasi bantuan di Sudan setelah tiga pekerjanya tewas dan dua orang lainnya cedera dalam bentrokan di Kabkabiya, Darfur Utara, pada Sabtu (15/4).

"Saya terkejut dan patah hati atas kematian tragis tiga karyawan WFP pada Sabtu dalam kekerasan di Kabkabiya, Darfur Utara, saat menjalankan tugas menyelamatkan nyawa mereka di garis depan krisis kelaparan global," kata Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain dalam sebuah pernyataan.

"WFP berkomitmen untuk membantu rakyat Sudan yang menghadapi kerawanan pangan yang mengerikan, tetapi kami tidak dapat melakukan pekerjaan penyelamatan jiwa jika keselamatan dan keamanan tim dan mitra kami tidak terjamin," katanya, menambahkan.

Bentrokan bersenjata meletus Sabtu pagi di Ibu Kota Khartoum dan kota-kota sekitarnya antara tentara dan pejuang RSF.

Sedikitnya 56 tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka dalam pertempuran itu, menurut petugas medis setempat.

Perselisihan antara kedua belah pihak mengemuka pada Kamis (13/4) ketika tentara mengatakan pergerakan baru-baru ini oleh RSF telah terjadi tanpa koordinasi dan ilegal, dengan keretakan mereka berpusat pada usulan transisi ke pemerintahan sipil.

Sudan tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi sejak Oktober 2021, ketika militer membubarkan pemerintahan transisi Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat dalam sebuah langkah yang dikecam oleh kekuatan politik sebagai kudeta.

Desember lalu, pasukan militer dan politik Sudan menandatangani perjanjian kerangka kerja untuk menyelesaikan krisis selama berbulan-bulan.

Penandatanganan kesepakatan akhir dijadwalkan berlangsung pada 6 April 2023, tetapi ditunda. Belum ada tanggal yang diumumkan untuk penandatanganan kesepakatan.

Masa transisi Sudan, yang dimulai pada Agustus 2019, dijadwalkan berakhir dengan pemilu pada awal 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.