Salah Kaprah Jiwa Korsa
Jiwa korsa terjemahan dari bahasa Prancis, esprit de corps, bisa diartikan sebagai kesetiakawanan. Jiwa korsa adalah perasaan sebagai suatu kesatuan, kekitaan, kecintaan terhadap suatu perhimpunan atau lembaga. Jiwa korsa dapat berupa banyak hal, seperti rasa hormat kepada korps, setia kepada sumpah, janji, dan tradisi, kesadaran bersama antarkawan dalam satu korps, dan kebanggaan menjadi anggota korps.

Ket. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) berbincang dengan salah satu warga sipil yang menjadi korban aksi perusakan Mapolsek Ciracas di Markas Koramil 05 Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9).
Doc: ANTARA/Andi Firdaus.
Jiwa korsa pertama kali diperkenalkan oleh Napoleon Bonaparte dalam hal strategi peperangan bahwa tentara dalam satu unit harus saling setia, bahu-membahu, dan melindungi untuk memenangkan peperangan. Mereka ibarat satu tubuh, jika satu bagian tubuh terluka maka yang lain akan merasakan.
Dalam lingkungan TNI, juga dulu ketika masih bernama ABRI, jiwa korsa sudah menjadi hal lumrah. Namun dalam beberapa hal, jiwa korsa banyak disalahartikan. Kita tentu masih ingat peristiwa Cebongan 2013. Anggota TNI balas dendam menyerbu Lapas Cebongan, Sleman, DIY, membunuh empat tahanan yang telah membunuh rekannya di sebuah tempat hiburan. Dengan penuh kesadaran, anggota TNI pelaku penyerbuan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya, apa pun risiko atas dasar kehormatan sebagai prajurit kesatria.
Di tahun yang sama, Polda Metro Jaya pernah mengamankan 15 anggota kepolisian yang diduga berencana melakuakn sweeping suporter klub sepak bola Persija, The Jakmania. Polisi itu dendam lantaran sebelumnya rekan mereka babak belur hingga kritis dihajar The Jakmania yang membuat kerusuhan di Gelora Bung Karno.
Yang terbaru, Kantor Polisi Sektor (Polsek) Ciracas, Jakarta Timur, diserbu puluhan TNI. Kejadian berawal Kamis (27/8), saat Prada Ilham yang mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Dia terluka dan berkabar ke teman-teman tentaranya. Anehnya, Prada Ilham tidak mengabarkan peristiwa malam itu sebagai kecelakaan tunggal. Prada Ilham memilih mengarang cerita, dirinya dikeroyok. Hoaks dikabarkan Prada Ilham ke teman-teman seangkatannya.
Kabar tersebut memicu kemarahan. Sabtu (29/8) dini hari, Kantor Polsek Ciracas diserang dan dibakar. Pelaku penyerangan berjumlah sekitar 100 orang. Penyerbuan tersebut mengakibatkan tiga polisi terluka, dua mobil dibakar, sebuah minibus dan sebuah bus dirusak, serta kaca-kaca gedung hancur. Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, mengatakan tindakan tersebut merupakan bentuk jiwa korsa yang terlalu berlebihan yang tidak terkendali, sehingga melakukan tindakan anarkistis.
Memang selama ini jiwa korsa dalam sebuah peristiwa banyak diterapkan secara keliru. Banyak salah kaprah. Itulah yang terjadi pada peristiwa Cebongan, rencana penyerangan terhadap The Jakmania, dan juga penyerbuan Kantor Polsek Ciracas. Seharusnya jiwa korsa tidak diartikan sempit seperti itu. Jiwa korsa harusnya ditujukan untuk menjalankan upaya pertahanan negara.
Anda mungkin tertarik:
Rasa setia kawan harusnya dilakukan dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum. Peristiwa penyerangan Kantor Polsek Ciracas terjadi karena adanya berita hoaks yang digulirkan oleh anggota TNI, Prada Ilham. Prada Ilham mengaku dikeroyok padahal yang sebenarnya terjadi, dia terjatuh dalam kecelakaan tunggal.
Katakanlah Prada Ilham tidak menyebar hoaks dan dia benar-benar dikeroyok, apakah lantas penyelesaiannya dilakukan dengan penyerbuan dan pengrusakan. Tidak bisakah kesetiakawanan dilakukan dengan menempuh langkah-langkah hukum.
Dalam konteks perang seperti halnya yang dilakukan untuk memotivasi pasukan seperti yang dilakukan Napoleon Bonaparte tersebut, tentu saja jiwa korsa sangat tepat dan bahkan wajib untuk diaplikasikan. Hal ini untuk mengobarkan semangat kebersamaan dan saling melindungi antarsesama pasukan demi memenangkan pertempuran. Namun, ketika jiwa korsa diterapkan di luar konteks perang, apalagi berkaitan dengan aksi pelanggaran hukum, apakah jiwa korsa bisa diterima? Jangan jadikan jiwa korsa alasan untuk sebuah pelanggaran hukum.
Seperti dikatakan Rapl Linton dalam buku The Study of Man bahwa L'Esprite De Corps adalah The Development of Consciousness, A feeling of Unity. Kebanggaan sebagai satu kesatuan itu seharusnya tidak dilakukan berlebihan dan tidak membabi buta. ν