Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Risiko Tinggi Gerakan Tanah Susulan di Manggarai Timur

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Risiko Tinggi Gerakan Tanah Susulan di Manggarai Timur Doc: Antara

Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperingatkan potensi gerakan tanah susulan yang berisiko tinggi mengancam keselamatan warga dan merusak infrastruktur vital di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Gerakan tanah masih berpotensi berkembang, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Peringatan itu disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi pada 5–7 Mei, di Desa Benteng Riwu, yang mencakup Kampung Nawang dan Kampung Kenkel.

Gerakan tanah berupa rayapan disertai retakan memanjang tersebut berdampak langsung terhadap 18 kepala keluarga (KK), sementara 72 KK lainnya berada dalam zona rawan dan harus dievakuasi.

Sebanyak 12 rumah mengalami keretakan dinding, jalan desa terancam putus akibat rekahan yang memotong badan jalan, serta lahan persawahan dan perkebunan warga mengalami kerusakan.

"Aktivitas warga terutama di sawah dan dekat lokasi bencana harus sangat berhati-hati. Jika retakan terus berkembang, warga terdampak perlu segera mengungsi dan direlokasi," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan para ahli geologi, lokasi bencana berada di lereng perbukitan curam dengan tanah hasil pelapukan batuan andesit yang mudah jenuh air dan rawan longsor. Sistem drainase yang tidak tertata memperparah risiko, karena air hujan meresap ke dalam tanah dan memicu pelemahan struktur lereng.

Gerakan tanah pertama kali dilaporkan terjadi sejak 15 Januari 2024. Namun, retakan baru dengan panjang antara 2–10 meter dan lebar 3–10 centimeter masih terus berkembang hingga Mei. Di beberapa titik, rumah warga bahkan mengalami kemiringan struktur mencapai 15 derajat.

"Longsoran di Kampung Nawang dan Kampung Kenkel cenderung mengarah ke lembah sungai di bagian barat. Jejak rayapan ditemukan pada tebing bagian atas dan bawah, serta memotong jalan desa," kata dia.

Badan Geologi mengklasifikasikan wilayah terdampak masuk dalam zona potensi gerakan tanah menengah, artinya lebih dari 30 persen kawasan berisiko terdampak apabila terjadi hujan lebat atau guncangan gempa.

Untuk mitigasi jangka pendek, warga diminta menutup retakan dengan tanah liat yang dipadatkan, membenahi drainase dengan saluran kedap air, dan menanam vegetasi berakar kuat seperti bambu, vetiver, jati, dan mahoni di lereng-lereng curam.

"Lokasi terdampak sebaiknya tidak lagi dijadikan kawasan permukiman dan difungsikan sebagai zona resapan air. Pemerintah daerah perlu merancang penataan ruang dan relokasi warga secara bertahap," kata Wafid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

51 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.