Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Riset ‘Crowdlending’, Bagaimana Meningkatkan Kepercayaan Investor di Tengah Sentimen Negatif Pinjol?

Foto : The Conversation/Shutterstock/jamaludinyusupp

Ilustrasi.

A   A   A   Pengaturan Font

Bedanya dari pinjol pada umumnya, crowdlending memungkinkan individu meminjamkan uang kepada peminjam yang tidak dikenal hanya dengan beberapa klik mouse.

Arif Perdana, Monash University

Crowdlending tengah menjadi tren di industri keuangan belakangan ini, khususnya di negara-negara Asia seperti Singapura dan Indonesia. Meski begitu, aspek kepercayaan masih menjadi tantangan besar untuk industri bisa berkembang.

Crowdlending sebenarnya hanyalah nama lain dari peer-to-peer lending atau pinjaman online (pinjol), yang kerap mendapat cap negatif karena berbagai permasalahan seperti bunga tinggi dan aktivitas penagihan yang tidak bertanggung jawab, terutama yang diselenggarakan oleh pinjol ilegal.

Bedanya dari pinjol pada umumnya, crowdlending memungkinkan individu meminjamkan uang kepada peminjam yang tidak dikenal hanya dengan beberapa klik mouse. Model ini juga membuka peluang bagi investor untuk menanamkan uangnya ke berbagai kampanye atau usaha mikro dan kecil-menengah (UMKM). Platform crowdlending yang ditujukan untuk kepentingan produktif alih-alih konsumtif ini sebenarnya memberikan dampak positif.

Singapura dan Malaysia, misalnya, memiliki pasar crowdlending yang relatif matang dan teratur dengan platform seperti Funding Societies dan MoneyMatch, yang fokus pada pinjaman UMKM dan beragam produk keuangan. Di sisi lain, Indonesia memiliki platform seperti Modalku, Modal Rakyat, dan Akseleran yang menyediakan berbagai pinjaman termasuk syariah.

Baca Juga :
IHSG Rawan Terkoreksi

Namun, ketika algoritma dan transaksi virtual menggantikan interaksi tatap muka, masalah kepercayaan menjadi krusial. Dari sisi investasi, tak mudah untuk mempercayakan uang hasil jerih payah ke platform online karena absennya kehadiran sosial atau fisik. Penelitian menunjukkan bahwa kehadiran sosial bisa meningkatkan kepercayaan ketika seseorang melakukan transaksi keuangan, misalnya ketika berbelanja.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : -
Penulis : -

Komentar

Komentar
()

Top