Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putin: Ekonomi Rusia Tumbuh Meski Ada Sanksi Internasional

📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 11:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin: Ekonomi Rusia Tumbuh Meski Ada Sanksi Internasional Doc: Xinhua/Bai Xueqi
Ket. Presiden Russia Vladimir Putin berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg ke-27 di St. Petersburg, Russia, pada 7 Juni 2024.

ST PETERSBURG - Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Jumat (7/6) bahwa perekonomian Russia tumbuh meskipun ada sanksi internasional yang berat dan negara itu telah memperluas hubungan ekonomi dengan negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia, seiring upayanya untuk menarik investor.

Berbicara kepada pemimpin Bolivia dan Zimbabwe serta para pemimpin bisnis di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg, Putin mengatakan Russia "tetap menjadi salah satu peserta utama dalam perdagangan dunia", meskipun faktanya negara itu berada di bawah sanksi besar karena mengirim pasukan ke Ukraina.

Selama beberapa dekade forum ini digunakan Russia sebagai ajang untuk memuji perkembangan negaranya, meskipun para pejabat dan investor Barat menghindari forum tersebut karena sanksi yang memutus sebagian besar perdagangan Russia dengan Eropa Barat, AS, dan sekutu mereka.

Pendorong utama pertumbuhan ekonomi Russia adalah pertempuran di Ukraina - yang kini sama pentingnya bagi Kremlin baik secara ekonomi maupun politik.

Russia menemukan beberapa bahan pokok impor, dan sebagian besar merek global telah menghilang - atau telah bereinkarnasi menjadi merek serupa di Russia. Namun tak banyak yang berubah secara ekonomi bagi sebagian besar warga Russia, belanja negara yang besar untuk peralatan militer dan pembayaran besar kepada tentara sukarelawan memberikan dorongan yang kuat terhadap perekonomian.

Putin sangat mengontrol penampilan medianya sejak mengirim pasukannya ke Ukraina, namun pada Rabu ia menjawab pertanyaan dari jurnalis internasional, termasuk beberapa dari negara-negara Barat yang ia kritik, di sela-sela forum tersebut.

Pada pertemuan itu, Putin memperingatkan bahwa Russia dapat memberikan senjata jarak jauh kepada negara lain untuk menyerang sasaran-sasaran Barat sebagai tanggapan terhadap sekutu NATO yang mengizinkan Ukraina menggunakan senjata mereka untuk menyerang wilayah Russia.

Ia juga menegaskan kembali kesiapan Moskow untuk menggunakan senjata nuklir jika melihat adanya ancaman terhadap kedaulatannya.

Tahun lalu, jurnalis dari negara-negara yang dianggap tidak ramah oleh Russia - termasuk AS, Inggris, dan Uni Eropa - tidak diundang ke forum tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.