Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perubahan Skema Subsidi Harus Sasar Kelompok Rentan

📅 Selasa, 05 Nov 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perubahan Skema Subsidi Harus Sasar Kelompok Rentan Doc: ANTARA/Ardiansyah
Ket. SYARAT BARU | Petugas menata tabung elpji 3 kilogram bersubsidi di salah satu pangkalan di Kota Karang, Bandar Lampung, Lampung, Jumat (7/6). PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga mulai 1 Juni 2024 memberlakukan persyaratan pembelian gas

JAKARTA – Rencana pemerintah mengganti subsidi energi dengan bantuan langsung tunai (BLT) perlu dipikirkan secara matang. Sebab, kebijakan itu bisa menciptakan kemiskinan baru bagi kelompok rentan yang tidak menjadi sasaran bantuan.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, mengatakan subsidi energi diganti ke BLT di satu sisi bisa hemat impor bahan bakar minyak sekaligus memangkas cukup signifikan anggaran subsidi BBM. Skema ini juga memaksa masyarakat menggunakan transportasi umum dan mempercepat transisi energi.

Namun, lanjut Bhima, perlu diperhatikan fakta bahwa penerima BLT dan pengguna BBM subsidi tak semua masuk dalam kategori miskin. "Jika mekanismenya mau diubah maka BLT perlu menyasar masyarakat rentan miskin dan aspiring middle class juga. Sebab, aspiring middle class atau orang yang sedang menuju kelas menengah mencapai 137,5 juta orang atau hampir 50 persen populasi," ucap Bhima.

Menurut Bhima, BLT cuma menyasar ke orang miskin, sementara kelas menengah rentan bisa jatuh miskin akibat penghapusan subsidi BBM karena sebelumnya tidak masuk kategori miskin.

Bhima khawatir jangkauan BLT sebagai kompensasi subsidi BBM terbatas, maka akan terjadi pelemahan daya beli yang cukup signifikan. Inflasinya bisa naik karena yang pakai BBM subsidi faktanya juga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Perlu dikaji implikasi ke naiknya beban biaya operasional pelaku usaha kecil dan mikro. Jika tidak hati-hati, khawatir konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di bawah 4 persen year on year tahun depan," ucap Bhima.

Adapun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah masih terus mengevaluasi secara mendalam kebijakan atas penyaluran subsidi BBM, liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram, dan listrik untuk memastikan subsidi tersebut tepat sasaran.

Adapun salah satu opsi dari metode pemberian subsidi adalah dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Saya pikir BLT salah satu opsi dan akan diputuskan nanti pada hari yang tepat, opsinya saya pikir lebih mengerucut ke sana," jelas Bahlil.

Pergantian Direksi

Selain membahas BLT, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudisthira, juga menyoroti pergantian Direktur Utama Pertamina, BUMN energi yang selama ini menjalankan penugasan subsidi BBM dan LPG.

Diakui Bhima, penunjukan Dirut dan komut Pertamina lebih kental unsur politisnya. Namun menurutnya, di satu sisi kebijakan pemerintah seperti pengurangan subsidi BBM bisa lebih cepat dieksekusi karena koordinasi langsung bahkan dengan Prabowo.

Adapun Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Senin (4/11) melakukan perubahan susunan pimpinan PT Pertamina (Persero) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Perubahan tersebut yaitu terkait pengangkatan Direktur Utama dan Dewan Komisaris yang akan memimpin Pertamina di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

43 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.