Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paramedis India Serukan Mogok Nasional atas Pemerkosaan dan Pembunuhan Seorang Dokter

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 20:08 WIB | Oleh:
Paramedis India Serukan Mogok Nasional atas Pemerkosaan dan Pembunuhan Seorang Dokter Doc: Istimewa
Ket. Menurut National Crime Records Bureau, ada lebih dari 31.000 kasus pemerkosaan yang dilaporkan di India pada tahun 2022, tahun terakhir di mana data tersedia.

NEW DELHI - Para dokter di India pada Jumat (16/8), menyerukan penutupan layanan rumah sakit secara nasional sebagai bentuk kemarahan publik atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter magang di Kolkata, India timur, minggu lalu.

The Indian Medical Association (IMA), asosiasi tenaga medis terbesar di negara itu dengan 400.000 anggota, mengatakan penutupan selama 24 jam dilaksanakan pada hari Sabtu (167/8), yang memengaruhi sebagian besar departemen rumah sakit kecuali untuk layanan darurat.

Penutupan tersebut terjadi setelah ribuan orang turun ke jalan di beberapa kota untuk mengekspresikan kemarahan mereka atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter magang berusia 31 tahun, yang dianiaya dan jasadnya ditemukan pada tanggal 9 Agustus di Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi Kedokteran RG Kar milik pemerintah di Kolkata.

Pada hari Jumat, protes besar diadakan di berbagai kota, termasuk Kolkata, ibu kota negara bagian Benggala Barat, Mumbai di barat dan Hyderabad di India selatan - menuntut keadilan dan keamanan yang lebih baik di kampus medis dan rumah sakit.

"Kami menginginkan keadilan," teriak para dokter di Kolkata, sambil melambaikan plakat tulisan tangan yang berbunyi, "Tidak ada keamanan, tidak ada layanan!"

Para demonstran membentangkan spanduk yang menyerukan pertanggungjawaban saat mereka berkumpul di dekat parlemen di New Delhi.

"Dokter, khususnya perempuan, rentan terhadap kekerasan karena sifat profesinya. Pihak berwenang harus menjamin keselamatan dokter di rumah sakit dan kampus," kata IMA dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis di X.

Beberapa serikat medis baik di sistem pemerintah maupun swasta telah mendukung pemogokan tersebut.

Dokter di sejumlah rumah sakit pemerintah di sejumlah negara bagian menghentikan layanan elektif "tanpa batas waktu" sebagai bentuk protes.

Media India melaporkan bahwa dokter yang dibunuh itu ditemukan di aula seminar rumah sakit pendidikan, yang menunjukkan dia pergi ke sana untuk istirahat sebentar selama shift kerja yang panjang.

Proses itopsi mengonfirmasi adanya serangan seksual. Dokter mengatakan, tindakan pemerkosaan menunjukkan kerentanan petugas medis yang tidak memiliki perlindungan dan fasilitas yang memadai.

Meskipun polisi telah menahan seorang pria yang bekerja di rumah sakit untuk membantu orang melewati antrean panjang, sejumlah pejabat pemerintah negara bagian telah dituduh melakukan kesalahan dalam menangani kasus tersebut.

Pada Rabu malam, rumah sakit tempat dokter magang itu terbunuh diserang. Polisi tidak mengidentifikasi siapa yang berada di balik serangan itu, tetapi mengatakan mereka telah menangkap 19 orang sejauh ini.

Sedikit yang berubah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.