Papua Menyala! Pemerintah Pastikan Pelosok Tak Ketinggalan Terang
📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 17:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Sangat penting menghadirkan listrik hingga pelosok pedalaman Papua. Ketersediaan listrik di daerah terpencil akan membuka peluang baru untuk pengembangan wilayah, termasuk pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial yang lebih baik.
Aliran listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga menjadi dasar untuk berbagai aktivitas sehari-hari dan pengembangan usaha.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan komitmen pemerintah menghadirkan listrik hingga pelosok pedalaman Papua demi pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas hidup warga, serta mendorong aktivitas ekonomi daerah terpencil.
"Saya melakukan kunjungan kerja di Provinsi Papua untuk memastikan perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dalam rangka memberikan pelayanan kepada semua wilayah di Indonesia dari Aceh sampai Papua untuk urusan listrik desa, listrik dusun, listrik kampung," kata Bahlil dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (26/7).
Bahlil melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Supiori, Papua, Jumat (25/7). Kunjungan itu dilakukan setelah dirinya singgah di Kepulauan Yapen dan Pulau Owi,
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengaku kunjungan itu merupakan bagian dari upaya percepatan program listrik desa sekaligus untuk meninjau langsung rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori.
PLTM Wabudori akan dibangun di Sungai Wabudori di kawasan hutan konservasi Distrik Supiori Barat, berkapasitas 1,2 Mega Watt (MW), dengan dua unit turbin masing-masing 600 kW.
Proyek itu diharapkan dapat memasok listrik ke lebih dari 1.600 rumah tangga dan dibangun dengan prinsip energi bersih serta memanfaatkan produk dalam negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, proyek ini terhenti sejak 2010 karena kendala teknis dan administratif. Menanggapi hal ini, Bahlil menegaskan perlunya percepatan konstruksi proyek tersebut.
"Alhamdulillah hari ini kita tinjau langsung untuk memastikan agar proses konstruksinya bisa segera jalan di 2026, memang dalam schedule (Commercial Operation Date-nya) 2029, tapi saya majukan paling lambat awal 2028, kalau bisa 2027 akhir, itu jauh lebih baik," ujarnya.
Bahlil juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam mendukung pembangunan infrastruktur listrik agar tidak terkendala dan berjalan dengan lancar.
"Saya minta satu hal, jangan pada saat teman-teman PLN bangun, kita tidak dukung. Palang-palang, ijin A, ijin B, kalau boleh Pak Bupati mohon bantuan agar kita bisa simultan kerjanya," tegasnya.
Tak hanya fokus pada pembangkit, Menteri Bahlil juga meminta percepatan penyambungan listrik rumah tangga yang sudah berjejaring namun belum teraliri arus.
Ia meminta agar pendanaan untuk penyambungan tersebut segera dialokasikan melalui anggaran Kementerian ESDM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!