Nusalaut, Pulau Kecil Sarat Sejarah
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 07:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Foto nusalaut.id
SAAT ke Pulau Saparua di Maluku wisatawan jangan lupa untuk menyempatkan berkunjung ke Pulau Nusalaut. Letaknya berada berada di sebelah tenggara pulau yang banyak disebut dalam sejarah perdagangan rempah-rempah di masa kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dahulu kala.
Kedua pulau yang menjadi bagian dari Kepulauan Lease dipisahkan oleh laut sempit yang disebut Selat Nusalaut. Dari titik terdekat dengan bibir pantai Nusalaut ke pantai bagian tenggara Saparua hanya sekitar 3 – 4 km saja menyeberang laut. Dengan perahu motor nelayan, penyeberangan biasanya bisa ditempuh dalam waktu 15–20 menit tergantung kondisi laut.
Pulau yang juga disebut juga dengan nama Pulau Hulawano atau Pulau Emas ini adalah sebuah pulau kecil di antara enam gugusan pulau-pulau wilayah Maluku. Dengan luas 32,50 kilometer persegi Pulau Nusalaut memiliki tujuh negeri/desa yaitu Desa Titawaai, Abubu, Akoon, Ameth, Nalahia, Sila, dan Leinitu.
Para tahun 2016, Pulau Nusalaut pernah terkenal seantero Nusantara bahkan dunia. Antara tangga 15-16 Oktober, pulau ini menjadi event olahraga internasional Triathlon Nusalaut Adventure 2016 yang diselenggarakan oleh Kodam XVI Pattimura yang didukung oleh sejumlah BUMN.
Triathlon Nusalaut Adventure 2016 menjadi event bersejarah bagi warga Pulau Nusalaut karena menjadi event pertama terbesar yang pernah digelar di pulau tersebut. Event itu digelar dalam rangka HUT TNI ke-71 sekaligus mempromosikan pariwisata Nusalaut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pulau ini menyimpan sejarah yang mengingatkan pengunjung akan sejarah masa lalu. Di sini terdapat beberapa gereja bersejarah seperti Gereja Tua Eben Haezer (1715), Benteng Beverwijk, Patung Martha Christina Tiahahu, sumber air panas, Gereja Tua Beth Eden (1906) dan lain sebagainya.
Seperti bisa ditebak, salah satu yang membuat orang terpesona dengan Pulau Nusalaut adalah wisata baharinya. Pulau kecil ini menawarkan perpaduan antara kedamaian pulau terpencil dan kekayaan hayati laut yang menakjubkan.
Gaya hidup tradisional penduduk setempat, yang masih terjaga dengan baik, memberikan pengalaman budaya yang kaya dan berkesan bagi para pengunjung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pantai-pantainya berpasir putih bersih dan air laut yang jernih berwarna biru kehijauan, membuat siapa saja yang singgah di pulau ini betah untuk berlama-lama. Di dini wisatawan dapat menikmati pemandangan pantai, sambil melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain voli pantai, atau mencoba berenang di laut yang tenang.
Suara deburan ombak rendah dan angin sepoi-sepoi membuat suasana semakin menyenangkan dan rileks. Apalagi langit yang biru bebas dari polusi udara oleh lalu lintas dan asap industri membuat udaranya sangat menyegarkan.
Pemandangan bawah lautnya juga luar biasa, dengan terumbu karang yang masih sangat terjaga dan berbagai jenis ikan warna-warni yang berenang bebas. Keindahan ini menjadikan Nusalaut sebagai surga bagi para pecinta snorkeling dan selam (diving).
Keindahan bawah laut Nusalaut menjadi daya tarik utama yang memikat penyelam dari berbagai penjuru dunia. Perairan di sekitar pulau ini dihiasi dengan keanekaragaman spesies karang dan ikan yang luar biasa.
Variasi terumbu karangnya, dari jenis karang keras hingga lunak, menciptakan habitat ideal bagi berbagai organisme laut. Para pengunjung dapat menyaksikan biota laut seperti ikan badut, kuda laut, dan penyu yang berenang bebas di antara karang-karang yang cerah dan berwarna-warni.
Salah satu tempat penyelaman yang populer di Nusalaut adalah pantai putih, yang menawarkan panorama bawah laut yang menakjubkan. Di sini, penyelam dapat mengeksplorasi dinding-dinding karang curam yang dihuni oleh berbagai spesies ikan tropis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!