Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Modest Fashion Saudi Bangkit, Mengubah Arah Tren Mode Global hingga Indonesia

📅 Senin, 26 Jan 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Modest Fashion Saudi Bangkit, Mengubah Arah Tren Mode Global hingga Indonesia Doc: Saudi Tourism Authority
Ket. Koleksi Arwa Albanawi di Riyadh Fashion Week 2025. Desainer Saudi mendorong kebangkitan modest fashion di panggung global dengan memadukan tradisi dan modernitas. Dari Riyadh Fashion Week hingga street style Jeddah, tren ini memberi arah baru bagi mode dunia dan Indonesia.

JAKARTA - Dalam satu dekade terakhir, industri mode global menyaksikan pergeseran yang signifikan: bangkitnya modest fashion. Dulu kerap dianggap membatasi, kini busana modest justru menjelma menjadi pernyataan gaya di panggung dunia berkat gelombang baru desainer asal Saudi.

Dengan memadukan tradisi dan modernitas, mereka menulis ulang aturan berbusana sekaligus menciptakan tren yang melampaui Timur Tengah. Hari ini, kreativitas para desainer Saudi generasi baru tak hanya mengubah lanskap mode regional, tetapi juga mewarnai kanvas fesyen global dengan perspektif segar.

“Langkah mereka melaju percaya diri di runway internasional, menginspirasi perempuan dari Paris hingga Jakarta,” tulisa Saudi Tourism Authority melalui siaran pers pada hari Senin (26/1).

Tradisi dalam Balutan Modernitas: Sebuah Identitas Mode Baru

Abaya dan hijab, yang selama ini identik dengan simbol kesederhanaan dan nilai keimanan, kini terlahir kembali sebagai pernyataan mode yang berani. Tak lagi terbatas pada hitam polos, abaya tampil dalam palet warna chic, material yang mengalir lembut, serta potongan modern yang memberi karakter baru.

Hijab pun berevolusi menjadi simbol kepercayaan diri dan individualitas dirancang dari sutra, chiffon, hingga katun, dengan permainan motif dinamis dan nuansa warna yang elegan. Sinergi antara akar budaya dan identitas individual itulah yang mengangkat fashion Saudi ke panggung global.

Desainer dan Jenama Saudi Melenggang di Pentas Global

Modest fashion kini tak lagi terbatas pada komunitas Muslim. Gaya berbusana perempuan Barat semakin tertarik pada gaun panjang, teknik layering, dan gaya minimalis yang rapi membuat konsep modest fashion mendapat perhatian di panggung internasional. Ini bukan lagi soal menutup tubuh, melainkan tentang bagaimana gaya, kenyamanan, dan identitas bisa berjalan beriringan.

Di tengah perubahan ini, dua desainer Saudi menonjol sebagai penggeraknya: Razan Alazzouni dan Hindamme. Razan Alazzouni menampilkan koleksi “Monotone” di Riyadh Fashion Week 2025, yang memadukan budaya Saudi dengan desain modern.

 Sementara itu, Hindamme menghadirkan “Hejaz,” koleksi yang mengangkat warisan Saudi bagian barat dalam sentuhan kontemporer. Keduanya telah membawa karya mereka ke panggung internasional, termasuk London, Paris, dan New York FashionWeek.

Bagi perempuan Indonesia, pengaruhnya terasa dekat. Hijab dan modest wear sudah lama menjadi bagian dari budaya, namun tren dari Saudi memberi napas baru pada cara generasi muda berpakaian. Dari kampus hingga kantor, kenyamanan dan gaya kini menyatu, membentuk gerakan fesyen yang lebih segar dan percaya diri.

Dari Riyadh ke Jeddah: Street Style sebagai Bahasa Perubahan

Menyusuri jalanan Riyadh atau Jeddah, kita bisa melihat bahasa budaya baru yang sedang tumbuh. Anak muda memadukan jins dengan tunik panjang, menafsirkan ulang keffiyeh tradisional, serta memasangkan sneakers dengan abaya kasual.

Ini lebih dari sekadar gaya — ini adalah evolusi budaya. Anak muda Saudi membuktikan bahwa tradisi bukan berarti tertinggal. Justru sebaliknya, tradisi bisa menjadi pijakan untuk membentuk identitas modern yang kuat dan autentik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

46 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.