Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyimpan Darah Tali Pusat untuk Pengobatan Penyakit Genetik

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Menyimpan Darah Tali Pusat untuk Pengobatan Penyakit Genetik Doc: AFP

Sel induk darah telah yang berasal dari darah tali pusat telah banyak digunakan untuk mengobati leukemia dan penyakit darah lainnya. Saat ini bank darah tali pusat banyak didirikan di seluruh dunia.

Pada 2019, Praveen Gudipati dan Ramya Raj, pasangan yang tinggal di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) melahirkan anak pertama mereka, Kiaan. Sebelum dia lahir, mereka membuat keputusan penting, yaitu apa yang harus dilakukan dengan darah tali pusat (umbilical cord blood) anaknya itu.

Darah tali pusar bisa dibuang begitu saja, disumbangkan, atau disimpan secara pribadi untuk digunakan Kiaan sendiri di masa depan jika dia membutuhkannya. Bagi Gudipati, seorang profesional IT, dan Raj, seorang seniman, jawabannya jelas. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyimpan darah tali pusat di Cord for Life Foundation.

"Kami memutuskan untuk menyumbang ke bank nirlaba publik, yang berarti siapa pun yang dapat memperoleh manfaat dari darah tali pusat dapat mengaksesnya secara gratis," kata Gudipati kepadaBBC.

Yang membuat darah tali pusat begitu berharga adalah karena mengandung sel punca darah. Sel ini dapat tumbuh menjadi segala jenis sel darah dalam tubuh manusia, seperti sel darah merah yang membawa oksigen atau sel darah putih yang membentuk bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Selama ini sel induk darah atau sel punca (blood stem cell) telah digunakan untuk mengobati leukemia dan penyakit darah lainnya. Sel tersebut tidak hanya ditemukan dalam darah tali pusat, tetapi juga dalam sumsum tulang. Itu sebabnya banyak pengobatan untuk penyakit darah membutuhkan transplantasi sumsum tulang.

Dalam kasus di mana sumsum tulang pasien sendiri juga terkena penyakit, mereka perlu dicocokkan dengan donor untuk transplantasi. Hal ini untuk menghindari adanya risiko tinggi berupa penolakan dalam prosedur ini. Jika tidak cocok, berarti tubuh pasien mungkin tidak menerima sel yang disumbangkan.

Transplantasi darah tali pusat, di sisi lain, relatif lebih sederhana. Cara ini lebih mirip dengan infus darah biasa. Darah tali pusat yang beku dicairkan, sel punca diuji kelayakannya dan kemudian diinfuskan secara intravena.

Jika orang tua seseorang menyimpan darah tali pusat anaknya secara pribadi ketika lahir, secara teori dapat memiliki akses ke pasokan sel punca darah sendiri di kemudian hari. Namun saat ini umur penyimpanan sel punca dari darah tali pusat terpanjang baru mencapai 20 tahun.

"Ribuan transplantasi yang menyelamatkan nyawa dilakukan setiap tahun dengan menggunakan sel punca darah," kata Leonard Zon, profesor kedokteran anak di Harvard Medical School dan Direktur Program Sel Punca, Rumah Sakit Anak, Boston.

Zon menerangkan, dalam hal risiko penolakan atau kontaminasi dan infeksi, sel darah tali pusat memiliki keunggulan. Mereka tidak memerlukan operasi yang terkait dengan transplantasi dan mereka dapat memperbaharui diri.

"Satu sel induk darah dapat mereplikasi dan menggantikan enam pint (3,4 liter) darah Anda," tutur dia. "Saat ini para ahli medis menggunakan darah tali pusat untuk mengobati penyakit darah baik untuk membangun sel darah merah dalam kondisi seperti anemia sel sabit atau untuk mengobati leukemia," imbuh dia seraya menegaskan bahwa darah tali pusat juga dapat digunakan untuk mengobati kelainan genetik bawaan yang langka.

Penggunaan Terapeutik

Di seluruh dunia, sedikit tetapi semakin banyak orang tua menyimpulkan bahwa menyimpan darah tali pusat bayi mereka adalah cara terbaik untuk memastikan akses masa depan ke sumber daya yang berpotensi menyelamatkan jiwa ini meskipun popularitas prosedur ini sangat bervariasi antar negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.