Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Konferensi Kota Batik Nusantara 2017

Menelisik Eksistensi Batik yang Sarat Dimensi Kesejarahan

Foto : koran jakarta/suradi

Nina Akbar Tandjung (berdiri, berbusana putih) berdampingan dengan ibunda Presiden Joko Widodo (berbusana hijau), ketika memberikan penjelasan terkait Konferensi Kota Batik Nusantara, di Wisma Batari, Jalan Slamet Riyadi, Solo.

A   A   A   Pengaturan Font

"Hal inilah yang melatari kerja sama antara YWWI dengan Pemkot Surakarta dalam menggelar KKBN bertema, "Batik dan Perubahan Sosial," ujar Nina Tandjung.

Tujuan besar dari acara ini adalah untuk membuka sejarah dan memberikan referensi tentang keberadaan batik yang mengalami perkembangan sedemikian rupa, tanpa meninggalkan pokoknya, yaitu motif-motif klasik dan proses penciptaannya.

Konferensi ini tak hanya diisi talk show, namun juga memperkenalkan karya-karya batik terbaik yang pernah menandai perubahan sosial serta dimensi kesejarahan pada zamannya. Batik-batik karya Hardjonagoro dan koleksi Iwan Tirta yang dimiliki Ibu Winni Ponco Sutowo turut dipamerkan pada kesempatan ini. Konferensi ini juga diramaikan Danar Hadi yang pada Desember ini merayakan 50 tahun kiprahnya dalam dunia batik. Selain itu, ditampilkan pula peragaan batik motif 'basurek' dan motif-motif unik lainnya. Fashion show yang digelar secara apik ini disajikan Djongko Raharjo.

"Karya-karya batik yang diperkenalkan dalam KKBN ini dapat dijadikan referensi oleh segenap pemangku kepentingan untuik mengembangkan batik ke depan, tanpa harus tercerabut dari akar budayanya, yakni motif klasik dan proses penciptaan. Kemajuan teknologi tak bisa dihindari, namun justru harus digali hingga menjadi kekuatan atas batik itu sendiri," papar Nina Tandjung


Halaman Selanjutnya....

Komentar

Komentar
()

Top