Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masalah Pernapasan Kerap Dialami Wanita Perkotaan, Ini Penjelasan Dokter

📅 Selasa, 09 Des 2025, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masalah Pernapasan Kerap Dialami Wanita Perkotaan, Ini Penjelasan Dokter Doc: ANTARA
Ket. Warga melintas memakai masker untuk melindungi diri dari debu, di Jembatan Penyeberangan Sepeda (JPS) sekaligus Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Sudirman,Jakarta, Selasa (8/8/2023).

JAKARTA - Konsultan senior kedokteran paru di Rumah Sakit Amrita, Faridabad, dr. Sourabh Pahuja mengemukakan bahwa masalah pernapasan menjadi persoalan yang umum di kalangan perempuan perkotaan.

“Perempuan perkotaan saat ini melaporkan tingkat batuk kronis yang lebih tinggi, sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, infeksi dada berulang dan tanda-tanda awal penyakit paru obstruktif kronis (PPOK),” ujar Pahuja dikutip dari Hindustan Times, Selasa (9/12).

Polusi merupakan salah satu ancaman utama, namun menurutnya terdapat risiko lain yang tersembunyi di dalam rumah.

“Meskipun polusi udara tetap menjadi ancaman yang diketahui, yang sering diabaikan adalah banyaknya kebiasaan sehari-hari di dalam rumah yang diam-diam menggerogoti kesehatan paru-paru jauh sebelum gejalanya terlihat,” katanya lagi.

Ia menambahkan bahwa terdapat beberapa pemicu yang menyebabkan gangguan pada pernapasan yakni ventilasi yang buruk, penggunaan pembersih kimia secara berlebihan seperti bahan pemutih, pembersih semprot hingga menghirup zat kimia dosis rendah yang terakumulasi.

Aerosol seperti deodoran semprot, penyegar udara hingga semprotan nyamuk yang melepaskan partikel halus yang terhirup ke dalam paru-paru.

Penggunaan AC secara berlebihan yang mampu memperburuk kekeringan di saluran pernapasan sehingga paru lebih sensitif terhadap infeksi dan alergen, serta dikombinasikan dengan rutinitas bekerja dari rumah yang membuat tidak banyak bergerak.

Kemudian paparan lalu lintas yakni menghirup asap kendaraan bermotor. Selain itu, mengobati sendiri batuk dan pilek dengan mengabaikan sesak napas, dan menunda perawatan medis yang akhirnya berkembang menjadi penyakit kronis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.