Malaysia Berhemat: PM Anwar Tiadakan Open House Lebaran di Instansi Pemerintah
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 20:23 WIB | Oleh: Deri HenriawanKUALA LUMPUR - Malaysia menerapkan kebijakan penghematan belanja negara atau "mengencangkan ikat pinggang" untuk mengantisipasi dampak geopolitik bagi negaranya.
"Pemerintah (Malaysia) melaksanakan langkah awal penghematan dalam belanja negara," kata Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dalam keterangan media yang dikutip di Kuala Lumpur, Kamis (12/3).
Penghematan itu termasuk meniadakan gelar griya (open house) Idul Fitri oleh kementerian, lembaga pemerintah, dan Government-Linked Company (GLC), serta membatasi kunjungan luar negeri oleh anggota kabinet.
Anwar mengatakan konflik yang semakin memanas di Asia Barat mulai berdampak pada perekonomian dunia melalui gangguan rantai pasok energi serta lonjakan harga minyak global yang memicu ketidakpastian pasar.
Sebagai negara dengan ekonomi perdagangan terbuka, lanjut Anwar, Malaysia tidak terlepas dari dampak perkembangan geopolitik, seperti menghadapi risiko kenaikan biaya transportasi, tekanan terhadap harga barang, serta tantangan terhadap stabilitas ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun demikian, katanya, dalam situasi saat ini pemerintahannya memilih untuk mengambil langkah sulit dengan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 di harga 1,99 ringgit (Rp8.584) per liter di tengah kenaikan harga minyak dunia, demi menjaga kepentingan rakyat.
Anwar menyatakan pemerintahannya akan terus memantau secara ketat perkembangan konflik global dan mengambil langkah tambahan guna memastikan stabilitas ekonomi negara tetap terjaga serta melindungi kesejahteraan rakyat. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!