Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenali Beberapa Tanda Sebelum Migrain Menyerang

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 20:36 WIB | Oleh:
Kenali Beberapa Tanda Sebelum Migrain Menyerang Doc: istimewa
Ket. Kepala migrain

JAKARTA - Migrain adalah penyakit neurologis yang lazim terjadi dan menimbulkan berbagai gejala, terutama sakit kepala yang terasa berdenyut, nyeri pada salah satu sisi kepala, atau bahkan menyerang leher penderita. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan jika dibiarkan dapat berkembang kronis sehingga mempengaruhi performa harian seseorang.

Secara global, migrain termasuk salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dikaitkan dengan disabilitas pada usia produktif. JIka penyakit ini tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menyebabkan masalah kesehatan mental, dan penggunaan obat yang berlebih, yang membuatnya semakin sulit untuk ditangani.

Dalam paparannya Dr. dr. Restu Susanti, Sp.N, Subsp.NN(K), M.Biomed dari Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosnis) menyebutkan, migrain merupakan nyeri kepala intensitas berat. Gejalanya biasanya berupa nyeri kepala berdenyut pada satu atau dua sisi kepala, disertai mual muntah.

"Hal ini mengganggu aktivitas, dan dapat disertai sensitivitas terhadap cahaya maupun suara bising," jelasnya dalam seminar daring bertajuk Migrain Bukan Nyeri Kepala Biasa, Kamis (13/6).

Ketua Perdosni Dr. dr. Dodik Tugasworo P, Sp.N. Subsp.NIOO(K), MH juga menjelaskan, melalui sosialisasi migrain pada Bulan Kesadaran Migrain dan Sakit Kepala, pihaknya berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang migrain. Ia mengharapkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dengan dokter bila menghadapi gejalanya.

"Berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, serta memberi dukungan dan empati terhadap penderita migrain sebagai bagian dari kepedulian sosial dan komunitas," ujar dia.

Dalam paparannya Dr. dr. Restu Susanti, Sp.N, Subsp.NN(K), M.Biomed dari Perdosni menyebutkan, migrain merupakan nyeri kepala intensitas berat, dan gejalanya biasanya berupa nyeri kepala berdenyut pada satu atau dua sisi kepala, disertai mual muntah, mengganggu aktivitas, dan dapat disertai sensitivitas terhadap cahaya maupun suara bising.

Adapun temuan Laporan Survei Profil Penyakit Migrain yang dilakukan oleh IQVIA pada bulan Desember 2023 menyebutkan, 67 persen responden mengalami migrain berturut-turut antara 6 bulan hingga 1 tahun. Sebesar 50 persen penderita mengalami frekuensi terkena 1-4 kali setiap bulan.

Sebesar 57 penderita penderita mengkonsumsi obat pusing biasa. Rata-rata tingkat kesakitan mencapai 8,2 dari 0 (tidak sakit) hingga 10 (sangat sakit). Rata-rata sebanyak 4.5x setiap bulannya terserang migrain dan mayoritas mengalami migrain episodic.

Ahli neurologi Perdosni dr. Henry Riyanto Sofyan, Sp.N. Subsp.NN(K), menyebutkan bahwa migrain adalah kelainan neurologis yang tidak hanya menyebabkan sakit kepala, tetapi seringkali juga merupakan kumpulan gejala yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, yang disebabkan oleh perubahan kimiawi tubuh dan otak, dan faktor genetik yang merupakan penyebab separuh dari semua.

Ia menjelaskan terdapat beberapa jenis migrain yaitu migrain dengan aura berupa sensasi kilatan cahaya pada salah satu lapangan pandang sebelum serangan nyeri, dan yang paling banyak adalah migrain tanpa aura. Berdasarkan perjalanan waktunya, dapat dibagi atas migrain episodik jika nyeri kepala terjadi anatra kurang dari 15 hari dalam sebulan dan migrain kronis jika nyeri kepala kurang 15 hari dalam sebulan dan sudah terjadi selama setidaknya 3 bulan.

"Saat terkena migrain, pasien seringkali disertai mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara, yang bisa berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat melemahkan dan menyakitkan," jelasnya.

Migrain akibat penggunaan obat yang berlebihan disebabkan oleh penggunaan obat yang kronis dan berlebihan untuk mengobati sakit kepala, sebagai gangguan sakit kepala sekunder yang paling umum. Tipe ini lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Lebih lanjut dr. Henry menguraikan bahwa gejala migrain dengan aura dapat berkembang melalui empat tahap yaitu prodromal, aura, serangan, dan pasca-dromal. Namun, tidak semua orang yang menderita migrain melewati semua tahapan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.