Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebun Pangan Perempuan Langkah Nyata Pemberdayaan Perempuan Level Desa

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 11:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebun Pangan Perempuan Langkah Nyata Pemberdayaan Perempuan Level Desa Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri PPPA Veronica Tan (kedua kiri) berbincang di sela-sela peluncuran program Kebun Pangan Perempuan di Desa Turetogo, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan program Kebun Pangan Perempuan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, melestarikan kuliner lokal, serta meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak di desa.

"Tujuan utama kita ada tiga, yaitu melestarikan tanaman lokal, melestarikan kuliner lokal, dan memastikan tersedianya pangan segar yang berkualitas bagi anak-anak. Kebun Pangan Perempuan merupakan langkah nyata pemberdayaan perempuan di tingkat desa," kata Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (02/11).

Peluncuran perdana dilakukan di Desa Turetogo, Kabupaten Ngada, bekerja sama dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) serta melibatkan kelompok perempuan dari tujuh kabupaten di Flores.

Veronica Tan mengatakan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pengetahuan pangan dan keberlanjutan keluarga.

Ia mengatakan model kebun serupa akan dikembangkan di Desa Wogo, dilengkapi pelatihan intensif empat hari untuk kelompok Mama Bambu, penggunaan media edukasi berbentuk poster tahan air, dan penerapan metode Permakultur yang mudah diadaptasi oleh keluarga.

Veronica Tan menambahkan edukasi juga akan diperluas melalui School TV di tujuh kabupaten, dari Labuan Bajo hingga Sikka.

Wamen PPPA menegaskan bahwa percepatan hanya mungkin terjadi bila pemerintah dan masyarakat belajar bersama di lapangan, bukan berhenti pada perencanaan.

"Kita tidak bisa bekerja lambat. Teori harus berjalan bersama praktik. Pemerintah daerah, desa, universitas, dan masyarakat perlu bergerak cepat untuk mencontoh dan memperluas model ini,” katanya.

Program ini menekankan koordinasi pentaheliks meliputi pemerintah, desa, akademisi, komunitas, dunia usaha dan media; perempuan sebagai penggerak ekonomi pangan keluarga; pemanfaatan pangan lokal dan edukasi gizi anak berbasis konsumsi segar dari kebun; dan replikasi dan pendampingan berkelanjutan berbasis materi sederhana dan platform belajar komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.