Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KA Khusus Petani dan Pedagang Diresmikan, Roda Ekonomi Lebak Kian Kencang Berputar

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
KA Khusus Petani dan Pedagang Diresmikan, Roda Ekonomi Lebak Kian Kencang Berputar Doc: ANTARA/HO-Humas KAI
Ket. Kereta api khusus mengangkut produk petani dan barang dagangan pedagang.

LEBAK – Kereta khusus petani dan pedagang dirancang untuk mengangkut komoditas segar seperti sayur, buah, dan hasil tani lainnya secara lebih leluasa dan efisien ke pasar kota, menjaga kualitas produk saat tiba.

Petani dan pedagang dapat menghemat biaya transportasi yang sebelumnya mungkin mahal jika menggunakan moda transportasi lain. Hal ini memberikan peluang lebih besar bagi mereka untuk memasarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif.

Dengan distribusi yang lebih lancar dan efisien, pasokan pangan dari daerah ke kota menjadi lebih stabil, yang secara langsung mendukung ketahanan pangan nasional dan pemerataan ekonomi.

Para petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif pengoperasian gerbong kereta api (KA) petani dan pedagang di wilayahnya, karena berdampak terhadap peningkatan usahanya.

"Kita meyakini dengan pengoperasian KA petani itu, dipastikan petani lebih semangat untuk memproduksi pangan dan bisa lebih dipasarkan ke luar daerah," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah, Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak, Ruhiana di Lebak, Banten, Selasa (4/11).

Menurut dia, selama ini, untuk memasarkan produk ke luar daerah, petani harus mengeluarkan dana cukup besar karena menggunakan transportasi berupa truk atau mobil bak terbuka.

Oleh karena itu, dengan pengoperasian gerbong KA yang khusus mengangkut produk pertanian ini tentu dapat meringankan beban biaya petani untuk memasarkan produknya ke Serang, Cilegon, Merak, juga Kebayoran, Palmerah, dan Tanah Abang.

Saat ini, anggota petani di kelompoknya terdapat 150 orang dan mereka memproduksi usaha pertanian padi, palawija, dan hortikultura.

"Pengoperasian gerbong kereta petani ini lebih memudahkan untuk dipasarkan ke luar daerah dan bisa meraup keuntungan lebih besar," kata Ruhiana.

Samun (60), seorang petani Rangkasbitung, Lebak, mengatakan bahwa pengoperasian KA tersebut membantu usaha petani untuk memasarkan produknya ke luar daerah.

Saat ini, dirinya memasok pisang, kelapa dan aneka sayuran ke Jakarta menggunakan mobil bak terbuka dengan keuntungan relatif kecil karena habis untuk biaya angkutan.

"Kami merasa senang PT KAI kembali mengoperasikan gerbong khusus pertanian ini seperti sebelumnya tahun 1990-an, petani menggunakan KA untuk memasarkan produknya ke Jakarta," katanya.

Sebelumnya, Vice President Public Relations PT KAI (Persero) Anne Purba mengatakan pada tahap awal kereta petani dan pedagang diterapkan di rute Merak-Rangkasbitung, Banten, guna mendukung ketahanan pangan, pemerataan ekonomi dan peningkatan produktivitas sektor riil nasional.

"Tahap awal pengoperasian kereta petani dan pedagang akan diterapkan di wilayah Banten sebagai bentuk dukungan terhadap program Astacita pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemerataan ekonomi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

36 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.