Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Gunakan Kotoran Sapi untuk Bahan Bakar Roket Luar Angkasa

📅 Sabtu, 09 Des 2023, 00:10 WIB | Oleh:
Jepang Gunakan Kotoran Sapi untuk Bahan Bakar Roket Luar Angkasa Doc: PHILIP FONG / AFP
Ket. Peternak sapi perah Eiji Mizushita saat di peternakan di Taiki, Prefektur Hokkaido, Rabu (6/12). Industri luar angkasa Jepang berpotensi membuka babak baru dengan dimulainya pengujian prototipe mesin roket yang menggunakan bahan bakar yang murni berasal dari kotoran sapi.

TAIKI - Industri luar angkasa Jepang, pada Kamis (7/12), memulai babak baru dengan pengujian purwarupa mesin roket yang menggunakan bahan bakar murni berasal dari sumber lokal yang melimpah yaitu kotoran sapi.

Dikutip dari The Straits Times, percobaan tersebut menunjukkan mesin roket mengeluarkan api berwarna biru-oranye sepanjang 10 hingga 15 meter secara horizontal dari pintu hanggar yang terbuka selama sekitar 10 detik di kota pedesaan utara Taiki.

Menurut CEO Interstellar Technologies, Takahiro Inagawa, cairan biometana yang dibutuhkan seluruhnya terbuat dari gas yang berasal dari kotoran sapi dari dua peternakan sapi perah lokal.

"Kami melakukan ini bukan hanya karena bahan bakar ini baik bagi lingkungan, melainkan juga karena bahan bakar ini dapat diproduksi secara lokal, sangat hemat biaya, dan merupakan bahan bakar dengan kinerja tinggi dan kemurnian tinggi," kata Inagawa.

"Saya rasa tidak berlebihan jika berasumsi bahwa hal ini akan direplikasi, di seluruh dunia. Kami adalah perusahaan swasta pertama yang melakukan hal ini," katanya.

Interstellar, yang berharap dapat mengirim satelit ke luar angkasa menggunakan bahan bakar tersebut, bekerja sama dengan perusahaan produsen gas industri, Air Water.

Perusahaan bekerja sama dengan petani lokal yang memiliki peralatan di peternakannya untuk mengolah kotoran sapi mereka menjadi biogas yang dikumpulkan oleh Air Water dan diubah menjadi bahan bakar roket.

"Jepang, yang miskin sumber daya, harus mendapatkan energi yang diproduksi dalam negeri dan netral karbon sekarang," kata Tomohiro Nishikawa, insinyur di Air Water.

"Bahan baku sapi di daerah ini sangat potensial. Jika ada perubahan dalam urusan internasional, penting bagi Jepang untuk memiliki sumber energi yang sudah mereka miliki," tambahnya.

Dilanda Masalah

Badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), meluncurkan misi "Moon Sniper" pada bulan September, tetapi sektor ini telah dilanda masalah dalam beberapa tahun terakhir dengan dua misi yang gagal, satu publik dan satu swasta.

Jepang juga mengalami kemunduran dalam peluncuran roketnya, termasuk kecelakaan setelah peluncuran H3 generasi berikutnya pada bulan Maret dan Epsilon berbahan bakar padat yang biasanya dapat diandalkan pada bulan Oktober lalu.

Pada bulan Juli, pengujian roket Epsilon S, versi perbaikan dari Epsilon, berakhir dengan ledakan 50 detik setelah penyalaan.

Biogas yang berasal dari kotoran sapi sudah digunakan sebagai bahan bakar di seluruh dunia, termasuk untuk menjalankan bus di Kota Indore, India, dibandingkan menggunakan sumber konvensional yang lebih menimbulkan polusi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.