Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Itera–ITB Luncurkan Teknologi Pengering Kopi Berbasis PSA untuk Percepat Produksi di Lampung Barat

📅 Kamis, 11 Des 2025, 20:45 WIB | Oleh:
Itera–ITB Luncurkan Teknologi Pengering Kopi Berbasis PSA untuk Percepat Produksi di Lampung Barat Doc: Itera
Ket. Dr. Hendry Wijayanti, S.Si., M.Sc., dosen Fakultas Biologi Itera, bersama masyarakat dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat beberapa waktu lalu. Pada kesempatan ini Itera dan ITB meluncurkan program PkM Kosabangsa 2025 di Lampung Barat dengan inovasi pengeringan kopi berbasis PSA.

JAKARTA - Institut Teknologi Sumatera (Itera) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi meluncurkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Program yang diselenggarakan di Kabupaten Lampung Barat ini membawa terobosan teknologi guna mengatasi tantangan utama petani kopi di wilayah ini, sekaligus mendorong kemandirian pangan dan ekonomi sirkuler.

Program ini didanai melalui skema Program Kosabangsa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang dilaksanakan berdasarkan Kontrak Induk No. 221/C3/DT.05.00/PM-KOSABANGSA/2025 dan Kontrak Turunan No. 2651a/IT9.2.1/PM.01.03/2025 yang ditandatangani pada 15 Agustus 2025. Kegiatan sendiri berlangsung beberapa tahap kegiatan yang dimulai pada Bulan Oktober dan berakhir pada bulan Desember di Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat.

Program PkM yang diketuai oleh Dr. Hendry Wijayanti, S.Si., M.Sc., dosen Fakultas Biologi Itera, ini secara spesifik menjawab masalah krusial petani kopi, lamanya pengeringan kopi tradisional yang hanya mengandalkan sinar matahari, sehingga dapat memakan waktu berminggu-minggu, bahkan sebulan bila cuaca tidak menentu.

Tim Itera dan ITB memperkenalkan teknologi pengeringan berbasis Polymer Super Absorbent (PSA) untuk mengatasi kondisi saat hujan. Teknologi pengeringan PSA merupakan teknologi yang diciptakan oleh Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D. dari ITB dengan nomor permohonan paten P00202010402.

Inovasi ini mengubah cara pengeringan tradisional, dan menjamin biji kopi kering hingga kadar air dibawah 12% dalam kisaran waktu operasi hanya 16 hingga 18 jam. Lebih jauh, alat pengering kopi berbasis PSA ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT).

Sistem yang dibangun, dinamakan Simoko (Sistem Monitoring Pengering Biji Kopi), dihadirkan untuk mempermudah pemantauan jarak jauh pengukuran suhu dan kelembaban pada kopi dan alat pengeringnya. Kehadiran alat pengering ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan kopi yang sebelumnya bergantung pada sinar matahari, dan dapat menghemat waktu dan biaya operasional.

“Program ini memiliki dampak strategis bagi ekonomi daerah. Kami berharap kopi dari Lampung Barat yang merupakan penyumbang ekspor kedua di Indonesia dapat dikeringkan lebih efektif dan efisien, sehingga ekspornya lebih tinggi lagi dengan kopi yang lebih berkualitas,” ujar Dr. Hendry Wijayanti melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (11/12).

Kepala Gapoktan Mukti Tani, Kendro, juga menyampaikan bahwa program ini disambut sangat baik pada petani kopi. Hal ini karena alat tersebut dapat menurunkan waktu pengeringan dibandingkan dengan cara konvensional.

Rangkaian program Kosabangsa Itera 2025 ini berupaya memanfaatkan inovasi teknologi untuk pemberdayaan masyarakat, mendorong kemandirian pangan, dan peningkatan ekonomi sirkuler. Selain teknologi pengeringan, program ini fokus pada pengolahan limbah kulit kopi yang melimpah, yang kini diolah menjadi pupuk organik, silase pakan ternak, dan bahkan teh cascara, yaitu teh herbal yang lezat dan berkhasiat.

Program ini juga memiliki kegiatan peningkatan gizi balita yang diawali dengan sosialisasi penguatan pemahaman gizi dan pengenalan diversifikasi cara pengolahan ikan nila menjadi fishbar sebagai snack kaya protein. Untuk upaya pemenuhan protein hewani secara mandiri, dilaksanakan pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber), di mana setiap keluarga dapat memelihara ikan di depan rumah.

Guna menekan biaya pakan, pelatihan budidaya larva Maggot BSF yang berkadar protein tinggi menjadi alternatif pakan bagi ikan dan ternak unggas; bahkan, dengan adanya budidaya ini, limbah rumah tangga dapat teratasi dan tidak mencemari sekitar, di mana sisa pakan maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Sebagai pelengkap ekosistem, tim turut menghadirkan mitra dari dunia usaha budidaya lebah madu. Pemahaman manfaat lebah madu diberikan untuk membantu proses penyerbukan kopi dan menghasilkan madu yang lezat dan bernutrisi.

 “Lebah sangat penting. Selain membantu proses penyerbukan kopi, madu yang dihasilkan akan lebih lezat dan berkhasiat. Lebah yang memakan serbuk sari bunga kopi juga cenderung lebih sehat,”  ujar mitra budidaya lebah madu, Suyadi pada hari Minggu (30/11).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Bupati Lampung Barat, yaitu Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat Yuda Setiawan, S.IP., Camat Pagar Dewa Mediansah, SKM, Pj. Peratin Pagar Dewa, Sunandar, Kepala Puskesmas Subagio dan Perawat Agus Sujoko, serta Bidan Desa, Yuli Asti, S.Keb. Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat Yuda Setiawan, S.IP. mengungkapkan terima kasih kepada Itera, ITB, dan seluruh petani, serta berharap akan adanya kolaborasi penuh dalam rangka peningkatan kualitas produk pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

56 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.