Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Impor Bakal Menyebabkan Produksi Lokal Makin Berkurang

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Impor Bakal Menyebabkan Produksi Lokal Makin Berkurang Doc: Sumber: FAO - KJ/ONES

JAKARTA - Pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang khawatir Indonesia berisiko dilanda krisis pangan di paruh kedua tahun ini karena berkurangnya pasokan pangan dinilai sebagai narasi untuk memperkuat kebijakan impor pangan.

Dengan membangun persepsi seolah-olah ada ancaman yang bisa menimbulkan kepanikan maka masyarakat akan maklum kalau pemerintah pada akhirnya terus mengimpor bahan makanan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Setelah publik bisa menerima pertimbangan pemerintah mengimpor pangan, otomatis upaya untuk membangun dan meningkatkan produktivitas pangan lokal kembali terabaikan karena makin diperkuat dengan situasi yang kurang mendukung karena El Nino.

Padahal impor pangan saat ini sangat membebani devisa negara karena harga komoditas global sudah terlanjur melonjak sebab beberapa negara produsen seperti India sudah melarang ekspor beras dan hasil panen gandum di Ukraina tidak bisa dikirim karena diadang oleh Russia.

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan jika impor benar-benar dilakukan maka pemerintah kembali lagi membuat kebijakan yang sifatnya temporer tidak bersifat jangka panjang.

Pemerintah, jelas Esther, seharusnya memacu petani agar bisa meningkatkan produktivitas pangan melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi.

Peran pemerintah, katanya, seharusnya mengeluarkan kebijakan (peraturan) yang memfasilitasi kebutuhan petani, melindungi petani dengan tarif masuk agar barang impor tidak kompetitif. "Selain itu, memberi subsidi untuk pengadaan sarana dan prasarana pertanian agar petani bisa mengaksesnya lebih mudah," kata Esther.

Sementara swasta berperan membina kelompok petani dengan mengajari mereka cara bercocok tanam yang baik lewat sekolah lapang, memberikan pinjaman modal jika diperlukan di mana penyalurannya bisa lewat koperasi yang dibuat kelompok petani. "Swasta bisa membantu sarana dan prasaran serta menampung hasil panennya," katanya.

Sedangkan peran Lembaga Swadaya Masyarakat yakni mengadakan pelatihan petani (sekolah lapang) yang biasa didanai dari donor dan memberi bimbingan teknis ke petani agar produksinya meningkat.

Untuk perguruan tinggi sendiri mereka bisa melakukan riset dan menemukan bibit unggul dan teknologi pertanian agar produksi petani meningkat. Civitas akademik, tambahnya, juga bisa mengajak petani lebih produktif melalui berbagai program seperti kuliah kerja nyata (KKN) yang di dalamnya bisa menginisiasi kerja sama antar-stakeholder untuk membina kelompok petani.

Ketidakpastian Komoditas

Sebelumnya, Menkeu mengatakan turunnya stok pangan akan berdampak terhadap naiknya harga komoditas dan angka inflasi. "Ini berarti pada paruh kedua tahun ini kita akan sangat dipengaruhi ketidakpastian dari komoditas, hampir mirip seperti 2022, ditambah dengan nanti El Nino. Ini jadi sesuatu yang harus kita waspadai pada paruh kedua 2023 ini," kata Menkeu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.