Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gedung Putih Tegaskan Israel Masih Terima Sebagian Besar Senjata dari AS

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gedung Putih Tegaskan Israel Masih Terima Sebagian Besar Senjata dari AS Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Arsip - Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Washington - Gedung Putih mengatakan pada Kamis (9/5) bahwa Israel masih menerima "sebagian besar" senjata "yang mereka butuhkan" setelah AS menghentikan kiriman senjata.

"Semua orang terus berbicara tentang penghentian sementara kiriman senjata. Senjata masih dikirim ke Israel," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby kepada wartawan.

"Dan mereka masih mendapatkan sebagian besar yang mereka perlukan untuk membela diri," katanya.

"Kami juga berkomitmen, dan akan terus berkomitmen, menghabiskan setiap sen dana tambahan yang kami dapatkan dari Kongres untuk memberi mereka kemampuan yang mereka perlukan," kata Kirby.

Presiden AS Joe Biden pekan lalu menghentikan kiriman senjata, termasuk bom berbobot2.000 pon (sekitar 907 kg), yang sebelumnya digunakan Israel untuk menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

Menurut Kirby, keputusan itu diambil Biden karena khawatir dengan rencana Israel menginvasi KotaRafah, Jalur Gaza.

Biden pada Rabu mengeluarkan peringatan keras kepada Israel untuk tidak melanjutkan rencana itu, dan mengancam akan menahan kiriman senjata yang akan berperan penting dalam operasi militer itu.

"Saya jelaskan bahwa jika mereka pergi ke Rafah ... saya tidak akan memasok senjata yang telah mereka gunakan (di Gaza) untuk menghadapiRafah," kata Biden dalam wawancara eksklusif dengan CNN.

Peringatan itu dan penghentian kiriman senjata sebelumnya telah memicu kritik keras dari pemerintah Israel. Para pejabat di negara Zionis itu bersumpah untuk melanjutkan serangan mereka ke Gaza.

"Saya katakan kepada para pemimpin dunia: Tidak ada tekanan, tidak ada keputusan dari forum internasional mana pun, yang akan menghentikan Israel untuk membela diri," kata PM Israel Benjamin Netanyahu dalam pesan video di platform X.

"Sebagai PM Israel, satu-satunya negara Yahudi, saya berjanji, jika Israel terpaksa berdiri sendiri, Israel akan berdiri sendiri," tambahnya.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga bersumpah bahwa Israel akan "mencapai tujuannya" dan "tidak bisa ditundukkan."

"Saya katakan dari sini kepada musuh-musuh Israel dan sahabat-sahabatnya: Negara Israel tidak bisa ditundukkan; baik IDF (tentara), Kementerian Pertahanan, lembaga pertahanan, Negara Israel. Kita akan berdiri, kita akan sampai ke tujuan kita," katanya dalam upacara militer.

"Berapa pun biayanya, kita akan menjamin keberadaan Negara Israel," katanya. "Kita akan menyerang Hamas, kita akan menghancurkan Hizbullah, dan kita akan menciptakan keamanan."

Israel telah menyerang habis-habisan Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada Oktober 2023, yang menewaskan kurang dari 1.200 orang, menurut TelAviv.

Aksi balasan Israel itu telah menewaskan lebih dari 34.900 warga Palestina di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 78.500 lainnya, menurut otoritas kesehatan Palestina. Ribuan orang juga masih dinyatakan hilang.

Perang Israel yang sudah berlangsung tujuh bulan itu menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, dan memaksa 85 persen penduduk di wilayah kantong Palestina itu untuk mengungsi di tengah blokade Israel yang melumpuhkan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan, menurut PBB.

Sebagian besar pengungsi mencari perlindungan di Rafah setelah Israel sebelumnya mengeluarkan perintah evakuasi.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). Putusan sementara ICJ pada Januari memerintahkan Israel untuk menghentikan aksi genosidanya dan mengambil tindakan yang menjamin bantuan kemanusiaan sampai tangan ke warga sipil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.