Filipina Dihapus dari Daftar Negara Tujuan Pencucian Uang
📅 Senin, 24 Feb 2025, 02:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: X/FATF
MANILA - Filipina pada Sabtu (22/2) menyambut penghapusan dari daftar abu-abu keuangan global yang berisi negara-negara yang berada di bawah pengawasan ketat terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme, sebuah status yang dapat menghambat transaksi keuangan global.
Negara Asia tenggara tersebut telah masuk dalam daftar Gugus Tugas Aksi Keuangan (FATF), yang mengidentifikasi negara-negara yang bekerja sama dengannya untuk memperbaiki kekurangan dalam sistem keuangan mereka sejak tahun 2021.
“FATF mencabut pengawasan ketat terhadap Filipina setelah kunjungan lapangan yang berhasil, dan memperbarui pernyataannya tentang yurisdiksi berisiko tinggi dan yurisdiksi lain yang dipantau,” kata kelompok yang berpusat di Paris itu setelah pemungutan suara pada Jumat (21/2) di sidang pleno tahunannya.
FATF, organisasi internasional yang mengkoordinasikan upaya global untuk memberantas pencucian uang dan pendanaan terorisme, mencakup perwakilan dari hampir 40 negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Afrika Selatan.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, Dewan Anti Pencucian Uang di Manila memuji keputusan FATF sebagai tonggak sejarah yang akan membawa banyak manfaat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Keluarnya Filipina dari daftar abu-abu FATF diharapkan dapat memfasilitasi transaksi lintas batas yang lebih cepat dan berbiaya rendah, mengurangi hambatan kepatuhan, dan meningkatkan transparansi keuangan,” kata dewan tersebut. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!