Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Europa Clipper' Misi Menilai Keadaan Layak Huni di Satelit Jupiter

📅 Jumat, 18 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:
“Europa Clipper' Misi Menilai  Keadaan Layak Huni di Satelit Jupiter Doc: afp/ CHANDAN KHANNA

Setelah peluncurannya, saat ini wahana antariksa besar Europa Clipper sedang menuju bulan terbesar keempat Jupiter, Europa. Di sana, wahana ini akan menilai kelayakhunian satelit yang permukaannya dipenuhi dengan es ini.

Setelah angin topan dan hujan berlalu, dalam kondisi cerah di Cape Canaveral, roket SpaceX Falcon Heavy melesat ke langit pada 14 Oktober 2024 pukul 12.30.13 waktu Florida, Amerika Serikat. Roket ini membawa wahana antariksa antarplanet terbaru NASA: Europa Clipper.

Europa Clipper dirancang untuk menentukan apakah Bulan terbesar keempat Jupiter, Europa, layak dihuni atau tidak. Untuk mengetahui kemungkinan tersebut, wahana antariksa itu dilengkapi dengan serangkaian kamera dan instrumen ilmiah untuk menyelidiki struktur dan komposisi Europa, termasuk lautan di bawah permukaannya, tempat kehidupan mungkin ada saat ini.

"Europa sangat menarik karena merupakan dunia samudra, dan air tentu saja memicu pemikiran tentang kemungkinan adanya kehidupan," kata Tracy Becker, ilmuwan planet di Southwest Research Institute di San Antonio, Texas, seperti dikutip laman Smithsonian Magazine.

Lautan di Europa terletak di bawah kerak es setebal sekitar 10 hingga 20 mil. Para ilmuwan yakin bahwa samudra itu mengandung lebih dari dua kali lebih banyak air cair daripada gabungan lautan di Bumi.

Bulan tersebut kemungkinan memiliki inti berbatu dan jika ada aktivitas vulkanik di dasar laut Europa, seperti halnya di Bumi, maka molekul-molekul penting bagi kehidupan dapat meresap ke dalam lautan.

Namun wahana Europa Clipper tidak dirancang untuk mendeteksi kehidupan itu sendiri. Misi tersebut tidak mungkin menemukan bukti langsung adanya organisme hidup. Namun dengan mempelajari komposisi kimia Bulan, aktivitas geologi, gravitasi, magnetisme, dan sifat-sifat lainnya, Clipper seharusnya dapat menentukan apakah Europa memiliki kondisi yang tepat untuk mendukung kehidupan.

"Tujuan misi ini hanyalah untuk menilai kelayakhunian," kata Becker. "Ini adalah langkah pertama dalam semacam penemuan jangka panjang: Apakah kita sendirian di tata surya? Atau di alam semesta?" imbuh dia.

Europa Clipper adalah wahana luar angkasa terbesar yang pernah diluncurkan NASA ke planet lain, dengan badan utama yang seukuran mobil sport utility vehicle (SUV) dan panel surya yang akan terbentang hingga rentang sayap lebih dari 100 kaki, lebih panjang dari lapangan basket.

Peralatan elektronik di wahana luar angkasa tersebut ditempatkan dalam lemari besi aluminium-seng untuk melindunginya dari radiasi Jupiter yang keras. Rencananya Clipper akan terbang pertama kali ke Mars untuk mengitari planet itu dan menambah kecepatannya pada awal tahun 2025.

Kemudian, ia akan berputar kembali ke Bumi pada akhir tahun 2026 untuk mendapatkan bantuan gravitasi yang meningkatkan kecepatan sebelum meluncur menuju Jupiter, tempat ia dijadwalkan tiba pada April 2030.

Setelah memasuki orbit di sekitar Jupiter, wahana antariksa itu akan melakukan 49 kali terbang lintas dekat Europa selama misi utama empat tahun. Pada setiap lintasan, Clipper akan menilai kondisi di Europa, terbang serendah 16 mil atau 25,6 km di atas permukaannya.

"Kita akan melihat hal-hal yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Lynnae Quick, seorang ilmuwan planet di Goddard Space Flight Center NASA.

Clipper akan mengidentifikasi area yang paling menjanjikan untuk mencari kehidupan seperti di dekat kubah kriovolkanik yang meletus dengan lumpur asin. Lainnya di dekat "medan kekacauan", tempat bongkahan es di permukaan telah runtuh, dan air dapat merembes ke atas melalui bentang alam yang retak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.