Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Energi Terbarukan di Asia Tenggara Tumbuh 20 Persen dalam Setahun

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh:
Energi Terbarukan di Asia Tenggara Tumbuh 20 Persen dalam Setahun Doc: BAY ISMOYO / AFP
Ket. Pembangkit listrik tenaga surya terapung di atas air mampu menghasilkan listrik sebesar 192 mega watt hasil kerja sama Indonesia dan Masdar dari UEA, di Waduk Cirata, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

SAN FRANCISCO - Laporan terbaru dari Global Energy Monitor (GEM) menyebutkan kapasitas pengoperasian tenaga surya dan angin di Asia Tenggara (Asean) tumbuh 20 persen pada tahun 2023, mencapai lebih dari 28 gigawatt (GW), yang merupakan 9 persen dari total kapasitas pembangkitan listrik.

Dikutip dari Radio Free Asia (RFA), GEM mengatakan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean), yang meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste, menambah kapasitas tenaga surya sebesar 3 GW dan tenaga angin sebesar 2 GW pada tahun 2023.

Namun dikatakan, lambatnya proyek-proyek baru, ditambah dengan sulitnya peraturan untuk energi terbarukan dan ketergantungan yang terus-menerus pada bahan bakar fosil, menghadirkan tantangan yang signifikan dalam mencapai transisi ke energi ramah lingkungan.

Menurut lembaga pemikir yang berbasis di San Francisco itu, meskipun memiliki potensi kapasitas sebesar 220 GW yang sudah diumumkan dan dalam berbagai tahap proyek konstruksi, hanya sebagian kecil, 6 GW atau 3 persen, yang secara aktif dibangun di Asia Tenggara.

Kecuali Tiongkok, yang memiliki pertumbuhan energi terbarukan terbesar dan tercepat di dunia, rata-rata pembangunan energi terbarukan global dua kali lipat dibandingkan negara-negara Asean.

Negara-negara Asean yang dikenal dengan pertumbuhan ekonominya yang pesat, juga mengalami lonjakan permintaan energi yang telah tumbuh sebesar seperempat antara tahun 2015 dan 2021, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.

Pada bulan November, Pusat Energi Asean melaporkan kawasan ini memiliki kapasitas listrik terpasang sebesar 310 GW, yang sebagian besar terdiri dari batu bara, gas, dan tenaga air, dengan kapasitas masing-masing sebesar 106,3 GW, 89,6 GW, dan 61,2 GW.

Penundaan Proyek

Pertumbuhan energi terbarukan pada tahun 2022 terhambat oleh prevalensi kapasitas bahan bakar fosil, sebagian karena penundaan proyek yang disebabkan oleh pembatasan Covid-19, yang mengakibatkan sedikit kekurangan dari tujuan Asean yaitu 35 persen pangsa energi terbarukan dalam kapasitas terpasang pada tahun 2025.

Laporan minggu ini mengatakan Asean hanya perlu membangun 17 GW kapasitas pembangkit listrik tenaga angin dan surya pada tahun 2025 untuk mencapai tujuan ini, berkat basis pembangkit listrik tenaga air yang besar.

Di Asean, potensi pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai (124 GW) hampir lima kali lebih besar dibandingkan potensi pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dan hampir dua kali lipat kapasitas operasi pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai global (69 GW).

Laporan tersebut mengungkapkan Vietnam memimpin di kawasan ini dalam mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) skala utilitas dengan 19 GW, diikuti oleh Thailand dan Filipina, yang masing-masing menyumbang 3 GW.

Filipina dan Vietnam, dengan potensi kapasitas masing-masing sebesar 99 GW dan 86 GW pada pembangkit listrik tenaga surya dan angin, merupakan empat perlima dari total kapasitas di wilayah tersebut. Angka-angka ini menempatkan mereka sebagai negara dengan kapasitas prospektif terbesar kedelapan dan kesembilan secara global.

"Laos secara signifikan melampaui ukuran ekonominya dalam mengembangkan kapasitas tenaga surya dan angin skala utilitas, dengan potensi kapasitas lebih dari 3 GW, menyaingi Thailand dan melampaui Malaysia sebesar lebih dari 150 persen, meskipun perekonomiannya jauh lebih kecil," kata GEM dalam laporannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.