El Clasico: Real Madrid dan Mbappe Siap Hentikan Rentetan Kemenangan Barca
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 08:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
BARCELONA, SPANYOL - Musim lalu Barcelona tampil dominan dengan memborong empat kemenangan El Clásico atas Real Madrid. Namun akhir pekan ini, dipimpin oleh striker tajam Kylian Mbappé, Los Blancos bertekad membalikkan keadaan saat keduanya bentrok di Santiago Bernabéu dalam lanjutan La Liga.
Tim asuhan Hansi Flick musim lalu meraih treble winners domestik, menaklukkan Madrid dua kali di La Liga serta di final Copa del Rey dan Piala Super Spanyol. Rangkaian kekalahan itu turut menandai akhir era Carlo Ancelotti di kursi pelatih Madrid.
Penggantinya, Xabi Alonso, sejauh ini membawa angin segar. Madrid kini memuncaki klasemen dengan keunggulan dua poin atas Barcelona menjelang duel sarat gengsi ini. Meski demikian, performa Los Blancos di laga-laga besar masih menyisakan tanda tanya. Mereka tumbang dari Paris Saint-Germain di semifinal Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, lalu dipermalukan 2-5 oleh Atlético Madrid dalam derby ibu kota pada bulan September.
Kemenangan dalam El Clásico akan membuka jarak lima poin dari rival abadi sekaligus meredakan keraguan tersebut. Di sisi lain, Barcelona asuhan Flick belum mampu mencapai level permainan brilian seperti musim lalu.
Namun Madrid kini punya senjata mematikan bernama Kylian Mbappé. Penyerang asal Prancis itu tampil luar biasa sejak awal musim, melanjutkan performa tajamnya di akhir musim sebelumnya. Sebelum kemenangan Liga Champions atas Juventus tengah pekan ini, Jude Bellingham mencetak gol tunggal, Mbappé selalu mencetak gol dalam 11 pertandingan beruntun untuk klub dan timnas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemain berusia 26 tahun itu sudah mengemas 10 dari total 20 gol Madrid di La Liga, memimpin daftar top skor sementara. Secara keseluruhan, ia telah menorehkan 15 gol di semua kompetisi, mencakup 54 persen dari total gol tim.
“Kami tidak bergantung padanya,” ujar pelatih Xabi Alonso pekan lalu. “Tapi kami sangat senang dengan performanya. Ia benar-benar menentukan hasil pertandingan.”
Meski begitu, perjalanan Mbappé di Madrid tak selalu mulus. Ia sempat kesulitan menemukan kepercayaan diri dan ritme permainan di awal kariernya bersama Los Blancos. El Clásico pertamanya, tepat setahun lalu, menjadi momen pahit: Barcelona menang 4-0 di Bernabéu, sementara Mbappé gagal menembus lini belakang tinggi Blaugrana. Ia sempat mencetak gol yang dianulir dan delapan kali terjebak offside. Surat kabar AS menulis, “Mbappé tampak kecil dan tak bertaring.”
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sudah waktunya mengubah situasi dan menunjukkan siapa saya sebenarnya,” kata Mbappé beberapa pekan kemudian, di tengah periode sulit Madrid.
Ketika kedua tim kembali bertemu di final Piala Super Spanyol Januari lalu, Mbappé sudah bangkit. Meski Madrid kalah 2-5, ia mencetak satu gol, dan kembali mencetak gol dalam kekalahan tipis 2-3 di final Copa del Rey.
Puncaknya terjadi pada Mei lalu. Mbappé yang tengah on fire memborong hattrick ke gawang Barcelona di Stadion Olimpic Lluis Companys, meski Madrid tetap kalah 3-4, hasil yang praktis memastikan Barcelona juara liga.
Kini, di musim baru, sinergi Mbappé dengan gelandang muda Turki Arda Güler menjadi senjata baru Madrid. Kombinasi keduanya kerap memecah pertahanan lawan. “Arda tahu di mana Mbappé akan berlari. Ia cerdas membaca ruang di antara lini,” jelas Alonso.
Dengan lini belakang Barcelona yang rapuh di awal musim ini, Madrid yakin Mbappé bisa kembali menjadi mimpi buruk bagi Blaugrana pada El Clásico hari Minggu nanti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!