Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DKP Kaltim Gandeng Lintas Sektor Konservasi Penyu di Kepulauan Derawan

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 11:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKP Kaltim Gandeng Lintas Sektor Konservasi Penyu di Kepulauan Derawan Doc: ANTARA
Ket. Salah satu penyu hijau di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim.

SAMARINDA – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng lintas sektor, mulai pemerintah pusat, kabupaten, lintas provinsi, lembaga swadaya masyarakat, dan warga lokal, dalam melakukan konservasi penyu hijau di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau.

"Warga lokal perlu dilibatkan dalam pelestarian penyu hijau, karena partisipasi masyarakat menjadi kunci penting keberhasilan konservasi dalam jangka panjang," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim, Irhan Hukmaidy, di Samarinda, Sabtu (21/2).

Ia menyebut bahwa konservasi tidak bisa hanya bergantung pada regulasi, sehingga ketika masyarakat dilibatkan langsung dan memiliki kapasitas serta rasa memiliki, upaya perlindungan sumber daya pesisir maupun laut akan lebih cepat berhasil.

Sebagai habitat peneluran penyu hijau terbesar di Asia Tenggara, lanjutnya, Kabupaten Berau memegang peran strategis dalam konservasi global.

Sedangkan untuk memperkuat peran masyarakat, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama DKP Kaltim dan Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, melalui Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (Somacore) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pemantauan Penyu.

Coral Reef Specialist YKAN, Rizya Ardiwijaya mengatakan Bimtek tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS), digelar pada 3–7 Februari 2026.

Program Somacore didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUKN) melalui International Climate Initiative (IKI), serta dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri atas 10 organisasi nasional, regional, dan internasional di enam negara Segitiga Terumbu Karang.

Hasil survei menunjukkan beberapa pantai di kawasan KKP3K KDPS menjadi lokasi pendaratan dan peneluran penyu yang aktif sepanjang tahun, dengan puncak aktivitas pada bulan Juni hingga Agustus.

Namun, intensitas aktivitas manusia di wilayah pesisir kerap menjadikan kawasan ini kurang ideal bagi penyu untuk mendarat dan bertelur dengan aman.

"Penyu sangat sensitif terhadap aktivitas manusia. Gangguan kecil saja dapat membuat penyu gagal bertelur, maka perlindungan pantai peneluran harus melibatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas langsung di wilayah tersebut," ujar Rizya Ardiwijaya.

Ia menjelaskan Bimtek tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat melalui pendekatan citizen science. Sekitar 60 peserta yang berasal dari kelompok nelayan dan warga pesisir di Kecamatan Biduk-Biduk, Kecamatan Batu Putih, dan Kecamatan Maratua, mengikuti bimbingan intensif yang mencakup pengenalan biologi dan ekologi penyu, identifikasi spesies, daur hidup penyu, ancaman konservasi, hingga teknik pemantauan pantai peneluran dan pengelolaan data.

Selain pemaparan materi, peserta juga melakukan praktik langsung di lapangan, seperti identifikasi jejak penyu, pencatatan sarang, serta simulasi pengambilan dan pengorganisasian data menggunakan perangkat aplikasi berbasis Android.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.