Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cuaca Ekstrem Ancam Produksi Padi Jateng

📅 Rabu, 25 Jan 2023, 08:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cuaca Ekstrem Ancam Produksi Padi Jateng Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah perlu meningkatkan koordinasi mengatasi ancaman cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Akibat fenomena La Nina yang terjadi pada musim tanam 2022/2023, lahan pertanian di Jateng dilanda banjir sejak akhir Desember 2022. Padahal, Jateng menjadi daerah produksi beras terbesar kedua secara nasional.

Direktur Perlindungan Tanaman Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Mohammad Takdir Mulyadi, mengatakan Kementan terus memperbarui data laporan banjir dari lapangan. Dia menambahkan puso akibat banjir di Jateng pada Desember 2022 masih lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

"Karenanya, langkah antisipasi dampak iklim ekstrem meliputi mapping (pemetaan) wilayah rawan banjir, pemantauan rutin informasi BMKG sebagai Early Warning System (sistem peringatan dini), pompanisasi dan mendaftarkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)," ujar Takdir di Jakarta, Selasa (24/1).

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menjelaskan penanganan banjir di wilayah terdampak yang menyebabkan massive destructive bagi areal persawahan. "Dibutuhkan kerja sama kolektif dan komprehensif dari stakeholder, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petani sehingga penanggulangan dampak pasca banjir dapat diselesaikan dengan cara yang efektif dan efisien," ucap Suwandi.

Mengutip laman resmi Kementan, Kabupaten Demak menjadi kabupaten yang sering terdampak banjir selain karena curah hujan yang tinggi, akan tetapi juga lokasinya berada di hilir, topologi tanah cekungan dan meluapnya air rob serta dibukanya Waduk Wilalung dan Kedungombo yang mengaliri 3 Kabupaten sekitar Demak menjadina penyebab utama banjir.

Upaya Mitigasi

Koordinator Tingkat Kabupaten Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (Koortikab POPT) Demak Provinsi Jawa Tengah, Mundi Marsono, mengatakan upaya mitigasi dan antisipasi berupa pengerukan sungai domba sayung, sungai pucang gading lama serta normalisasi Sungai Seruni telah dilakukan sebelum terjadinya banjir di area persawahan Desa Prapelan.

"Selain itu juga dilakukan pompanisasi untuk membuang air ke kanal selama dua hari berturut-turut. Banjir tersebut tidak mengganggu ketersediaan pangan terutama beras di Kabupaten Demak," terang Mundi.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Tengah, Herawati Prarastiyani, mengatakan bahwa banjir yang terjadi saat ini tidak akan menganggu produksi pangan padi di Provinsi Jawa Tengah. "Upaya untuk menekan puso akibat banjir, telah dilakukan pompanisasi, normalisasi saluran. Pompa air bantuan Kementan telah diterjunkan untuk menekan puso,"ucap Herawati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

41 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.