Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

CDC Afrika dan WHO Luncurkan Rencana Bersama Melawan Wabah Mpox

📅 Sabtu, 07 Sep 2024, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
CDC Afrika dan WHO Luncurkan Rencana Bersama Melawan Wabah Mpox Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (6/9/2024) meluncurkan rencana benua tersebut untuk memperkuat respons terhadap wabahmpox. Inisiatif yang diumumkan di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, ini berfokus pada peningkatan pengawasan, diagnostik laboratorium, dan upaya vaksinasi untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Nairobi - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (6/9) meluncurkan rencana benua tersebut untuk memperkuat respons terhadap wabah cacar monyet (monkeypox/mpox) yang sedang berlangsung di Afrika.

Inisiatif yang diumumkan di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, ini berfokus pada peningkatan pengawasan, diagnostik laboratorium, dan upaya vaksinasi untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Rencana ini menekankan pentingnya kerja sama antarnegara di Afrika untuk memastikan bahwa setiap negara memiliki kapasitas yang memadai dalam menghadapi potensi wabah.

Jean Kaseya, Direktur Jenderal CDC Afrika, dalam peluncuran program tersebut menyatakan, "Kami bangga meluncurkan rencana ini secara bersama, yang menyatukan semua pemangku kepentingan dalam pendekatan terkoordinasi untuk menangani wabah mpox di seluruh Afrika."

"Strategi terpadu ini memastikan bahwa semua mitra memiliki tujuan yang sama, menghilangkan duplikasi, dan memaksimalkan dampak," tambahnya.

Rencana Strategis Kesiapsiagaan dan Respons Mpox, dengan anggaran sebesar 600 juta dolar AS, berfokus pada respons dan kesiapsiagaan di 29 negara anggota.

Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, menekankan bahwa rencana ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan, pengujian laboratorium, keterlibatan masyarakat, dan memastikan ketersediaan langkah-langkah penanggulangan yang kritis.

"Dengan bekerja sama, kita bisa mencapai lebih banyak, dan kekuatan kolektif kita akan membawa kita lebih jauh, memastikan bahwa masyarakat dan individu terlindungi dari ancaman virus ini," ujarnya.

Kongo pada Kamis menerima pengiriman pertama vaksin mpox untuk membantu menekan penyebaran virus di pusat wabah benua tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada 14 Agustus, sementara CDC Afrika menyatakannya sebagai Darurat Keamanan Kesehatan Publik Benua (PHECS) sehari sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

42 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.