Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bisnis Bunga Amat Prospektif

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bisnis Bunga Amat Prospektif Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati (kiri) bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta Endang Lestari Joko Agus dan Ketua DWP Jakarta Barat Lisniawati Uus Kuswanto saat menghadiri pembukaan “Festival Bunga Rawa Belong 2024” di Pasar Bunga Rawa Belong, Jalan Sulaiman Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (7/8).

JAKARTA - Peluang bisnis bunga di Jakarta sangat prospektif. Sebab kebutuhan bunga Jakarta terus meningkat. Ini karena banyak ucapan selamat disampaikan melalui bunga.

"Penjualan bunga biasanya laris pada hari Jumat karena untuk keperluan Sabtu dan Minggu. Maka, harga bunga pada hari Jumat pasti tinggi," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, Rabu.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat terkait bunga seiring dengan tren mengapresiasikan perasaan ke seseorang melalui bunga dalam bentuk papan bunga maupun buket. Bunga, kata Eliawati, kini juga menjadi tanda kehadiran seseorang dalam acara-acara tertentu seperti pernikahan.

Misalnya ada undangan perkawinan dan berhalangan hadir, biasanya mengirim bunga, bukan memberi uang. Bunga menjadi tanda kehadiran. "Saya yakin, bisnis bunga punya potensi yang sangat luar biasa," jelasnya.

Untuk itu, Pemprov Jakarta pun membangun sinergi dengan daerah-daerah sekitar untuk pasokan bunga. Bahkan juga bekerja sama dengan daerah Ambarawa di Jawa Tengah dan Malang Jawa Timur. Suharini mencontohkan, sebagian besar bunga sedap malam didapat dari pemasok kawasan Ambarawa. Kalau bunga mawar sebagian besar dari Malang.

"Ada intervensi Pemerintah Jakarta untuk menjahit kebutuhan bunga supaya ada kepastian pasokan," tambahnya. Di sisi lain, Pemprov dalam rangka meningkatkan promosi dan informasi produk bunga atau tanaman hias lalu mengadakan "Festival Bunga Rawa Belong 2024."

Festival yang diadakan di Pasar Bunga Rawabelong, Jalan Sulaiman Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tanggal 7-8 Agustus ini juga diadakan guna mendorong meningkatnya kegiatan agribisnis bunga atau tanaman hias. "Kegiatan ini merupakan jawaban kami ke teman-teman pedagang bahwa kami ingin meningkatkan kembali pamor Pasar Bunga Rawa Belong," tutur Suharini.

"Festival Bunga Rawabelong 2024" diramaikan dengam serangkaian acara dan lomba seperti hand bouquet, bloom box, dekorasi, dan lomba mewarnai untuk anak-anak. Selain itu, ada lomba melukis totebag, lomba konten, kursus oshibana, kursus hand bouquet dan aneka diskusi.

Sementara itu, terkait limbah bunga, Pemerintah Jakarta membuka peluang kolaborasi dengan akademisi dan swasta untuk menangani.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian, Astri Ilhamsyah, kerja sama ini untuk memecahkan masalah sampah bunga.

Astri menjelaskan, kolaborasi ini salah satunya dapat terwujud dalam bentuk edukasi mengeringkan bunga. Melalui edukasi ini, pedagang bisa tetap mendapatkan nilai ekonomis kendati bunga hias segar tak laku dijual.

"Akademisi memberikan edukasi, bila bunga tidak laku, bisa dikeringkan. Sekarang sudah tren bunga kering untuk ucapan," ujar dia. Menurut Astri, selama ini, menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Jakarta guna menangani limbah seperti tangkai bunga tak terpakai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.