Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Berpotensi Koreksi Lanjutan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksinya, hari ini (22/11). Pergerakan IHSG bakal kembali tertekan oleh aksi jual yang diprediksi masih berlanjut.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (23/11), bergerak menguji kembali level psikologis di level 7.000 bahkan ke posisi 6.950 mendekati area fibonacci retracement 50 persen dari rally IHSG sebelumnya sejak pertengahan Oktober hingga awal November lalu.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/11) sore, ditutup turun, dipimpin saham-saham dari sektor teknologi. IHSG ditutup melemah 32,66 poin atau 0,46 persen ke posisi 7.030,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,53 poin atau 0,55 persen ke posisi 996,87.

"Penguatan rupiah dan pembagian dividen menjadi sentimen positif bagi IHSG hari ini. Sedangkan sentimen negatif bagi indeks yaitu kekhawatiran bahwa Tiongkok akan memperketat kembali penanganan kasus Covid-19," kata Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Mino saat dihubungi di Jakarta.

Baca Juga :
IHSG Rawan Terkoreksi

Dibuka menguat, kurang satu jam IHSG melemah dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih terus bergerak di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 2,07 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan masing-masing turun 0,87 persen dan 0,48 persen.

Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor energi dan sektor properti & real estat masing-masing naik1,53 persen dan 0,16 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu WAPO, WEHA, BIPI, SLIS, PNLF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BSBK, GOTO, ARTO, UFOE, dan BNBR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.189.832 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,12 miliar lembar saham senilai 11,02 triliun rupiah. Sebanyak 242 saham naik, 260 saham menurun, dan 201 tidak bergerak nilainya.


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Muchamad Ismail, Antara

Komentar

Komentar
()

Top